Gempa Kembali Guncang Flores Tepat 28 Tahun Gempa Besar dan Tsunami yang Tewaskan 2.100 Jiwa
Informasi dari BMKG Gempa yang mengguncang Flores kali ini terjadi pada pukul 23:55:23 WIT pada kedalaman 107 Km berada di 91 km Barat Daya Lembata N
Penulis: Alfred Dama | Editor: Alfred Dama
Gempa Kembali Guncang Flores Tepat 28 Tahun Gempa Besar dan Tsunami yang Tewaskan 2.100 Jiwa
POS KUPANG.COM -- Gempa kembali mengguncang daratan Lembata dan sebagian Flores yang dirasakan hingga Kupang pada Sabtu Malam (12/12/2020)
Gempa ini bertepatan dengan peristiwa 28 tajun lalu saat gempa berkekuatan 7.8 Skala Richter dan susul tsunami dasyat yang memporak porandakan bagian utara Flores
Informasi dari BMKG Gempa yang mengguncang Flores kali ini terjadi pada pukul 23:55:23 WIT pada kedalaman 107 Km berada di 91 km Barat Daya Lembata NTT
Getaran gempa bumi dirasakan dalam skala intensitas II-III MMI di Pantar Barat, II MMI di Lembata, II MMI di Kota Kupang, II MMI di Maumere, dan II MMI di Waingapu.
Pada 28 tahun lalu, dikutip dari wikipedia gempa bumi ini menyebabkan tsunami setinggi 36 meter yang menghancurkan rumah di pesisir pantai Flores, membunuh setidaknya 2.100 jiwa, 500 orang hilang, 447 orang luka-luka, dan 5.000 orang mengungsi.
Gempa ini sedikitnya menghancurkan 18.000 rumah, 113 sekolah, 90 tempat ibadah, dan lebih dari 65 tempat lainnya. Kabupaten yang terkena gempa ini ialah Kabupaten Sikka, Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende, dan Kabupaten Flores Timur.
Baca juga: Ayu Ting Ting Jadi Ketakutan Setengah Mati,Paranormal Ungkap Nasib Cinta Sang Biduan:SeremBanget Lu!
Baca juga: Unggul di Pilkada Kota Bandung, Sahrul Gunawan Bersyukur Bakal Jadi Walikota
Baca juga: RIZIEQ Beri Syarat Diungkap Mahfud MD,Bebaskan Teroris & Sejumlah Terpidana Jika Ingin Rekonsiliasi
Baca juga: Sudah Resmi Cerai Tapi Gisella Anastasia Mintah Hal ini, Demi Berduaan dengan Gading Marten
Kota yang paling parah ialah Maumere. Lebih dari 1.000 bangunan hancur dan rusak berat.
Gempa berkekuatan 7,5 SR terjadi pukul 13.29 Wita dengan pusat gempa di kedalaman 35 kilometer barat laut Kota Maumere.
Tsunami hebat terjadi karena gempa tersebut memicu longsor di bawah laut. Peristiwa gempa disertai tsunami di Flores tidak terdekomentasi dengan baik di dalam negeri. Ini karena saat itu sangat minim perhatian dari ilmuwan Indonesia.
Seperti ditulis nationalgeographic.co.id, hingga tahun 1992, Indonesia belum memiliki ahli tsunami sehingga riset soal tsunami Flores lebih banyak dilakukan ahli-ahli Jepang. Perhatian kalangan ilmuwan Indonesia terhadap tsunami baru terbangkitkan setelah tsunami Aceh. (alf/berbagai sumber)