Bupati Sunur Pantau Distribusi Logistik Pengungsi Ile Lewotolok
Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur Pantau Distribusi Logistik Pengungsi Ile Lewotolok
Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur Pantau Distribusi Logistik Pengungsi Ile Lewotolok
POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur datang langsung menemui para pengungsi yang melakukan evakuasi mandiri di rumah-rumah warga di Kota Lewoleba, Kamis (10/12/2020).
Tak hanya menanyakan keadaan kesehatan dan kebutuhan para pengungsi, Bupati Sunur juga membawa langsung bantuan logistik dari Presiden Joko Widodo dan dari BNPB dan mengecek data para pengungsi.
Baca juga: Pasca Pemilihan, Situasi Kamtibmas di TTU Terpantau Kondusif
Ada warga yang sakit dan tak bisa jalan juga langsung didata untuk dapatkan kursi roda. Pantauan Pos Kupang pada Kamis sore, Bupati Sunur bersama Lurah Lewoleba dan Lewoleba Tengah, membawa serta logistik, menyambangi empat rumah warga yang menampung korban erupsi Ile Lewotolok.
Logistik pun diturunkan sesuai kebutuhan para penyintas erupsi Ile Lewotolok yang melakukan evakuasi mandiri.
Dia memerintahkan stafnya untuk segera mendistribusikan logistik kepada para pengungsi yang berada di rumah-rumah warga.
Baca juga: Kali Hanmasi Meluap Desa Meusin Dilanda Banjir
Bupati Sunur menjelaskan alasan kenapa pemerintah tidak langsung mendistribusikan logistik kepada pengungsi yang evakuasi mandiri di rumah-rumah.
Menurutnya, bantuan logistik tidak datang sekaligus pada awal-awal bencana. Jadi sejumlah logistik didistribusikan masih sesuai dengan kebutuhan yang ada.
"Kenapa kita tidak jangkau karena barang yang datang masih sedikit hanya bisa jangkau yang ada sekitar dulu. Awal awal memang belum ada bantuan yang cukup," katanya.
Menurut Bupati Sunur, dia sendiri pada hari-hari pertama erupsi Ile Lewotolok datang ke rumah-rumah penduduk yang bisa dia sambangi.
"Tapi kan saya datang awal tidak bawa apa-apa karena bantuan baru datang akhir akhir ini," lanjutnya.
Jadi, saat ini dirinya sendiri turun melihat langsung bantuan didistribusikan di rumah-rumah.
Dia harap masyarakat penyintas erupsi Ile Lewotolok bersabar, karena pemerintah masih menunggu kondisi rekomendasi gunung dari Pos Pemantau Gunung Api Ile Lewotolok.
"Covid-19 dan pengungsi ini sementara kita tangani. Saya harap ayo kita sama-sama punya inisiatif tidak perlu salahkan siapa-siapa. Pemerintah tetap melaksanakan misi kemanusiaan ini," ujarnya.
Sebelumnya, Bupati Sunur membeberkan bahwa saat ini donasi yang masuk melalui rekening Pemda Lembata sudah mencapai Rp 80 juta. Jumlah ini di luar bantuan Rp 1 miliar dari BNPB.
Sementara 500 juta rupiah dari Kementerian Sosial sudah dikelola langsung oleh pihak kementerian dengan sendiri membelanjakan logistik di Lembata. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)