Situasi Malaka Terkendali, Barang Bukti Motor yang Dirusaki Massa Sudah Diamankan Polisi
WT yang berada di sekretariat masing-masing telah membubarkan diri dan dikawal aparat keamanan ke daerah masing-masing.
Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
Situasi Malaka Terkendali, Barang Bukti Motor yang Dirusaki Massa Sudah Diamankan Polisi
POS-KUPANG.COM I BETUN--Situasi Dusun Weleun, Desa Bakiruk, wilayah Malaka Tengah yang pada, Kamis (10/12) sekitar Pukul 12.15 Wita sempat memanas, akhirnya dapat dikendalikan aparat Polres Malaka bersama personil dari Polda NTT dan Brimobda NTT.
Saat ini situasi sudah berjalan aman dan kondusif, sementara massa pendukung dari masing-masing pasangan calon nomor urut 1 (satu) Bupati Malaka, Simon Nahak dan Calon Wabup, Kim Taolin atau SN-KT maupun paslon Bupati nomor urut 2 (dua), dr. Stefanus Bria Seran, MPH dan Calon Wabup, Wendelinus Taolin atau SBS-WT yang berada di sekretariat masing-masing telah membubarkan diri dan dikawal aparat keamanan ke daerah masing-masing.
Kapolres Malaka, AKBP Albert Neno, S.H menyampaikan hal ini ketika dikonfirmasi Wartawan melalui Kabag Ops, Kompol Jance Seran, S.H (bukan Jance Nahak, Red) di Betun, Kamis (10/12).
Dijelaskan Jance, kejadian di kawasan Dusun Weleun, Desa Bakiruk, wilayah Malaka Tengah merupakan kriminal murni dan tidak ada sangkutpautnya dengan kegiatan kampanye pilkada.
Saat itu, katanya, beberapa warga melintasi area sekretariat SN-KT dan terjadi saling lempar dan merusaki kendaraan bermotor. Ada lima motor yanf menjadi korban dan 3 unit rusak berat dan barang bukti sudah diamankan Satlantas Polres Malaka.
"Saya mau tegaskan bahwa itu kejadian kriminal murni dan tidak ada hubungan dengan pilkada. Kejadiannya berupa perusakan motor oleh oknum warga yang ada di lokasi. Sekarang barang bukti berupa 5 unit yang dirusaki oknum warga sudah diamankan di Satlantas Polres Malaka," jelasnya Seran.
Berkenaan dengan kejadian ini, jelas Jance Seran, pihaknya sudah menemui tim paslon masing-masing untuk tidak boleh ada lagi pengumpulan massa. Masing-masing pihak diminta menahan diri sampai pada hari pelaksanaan penetapan paslon oleh KPU Malaka.
"Ini bukan lagi kampanye dan jangan kumpul massa dan para tim sudah sampaikan ke massa. Para massa juga sudah bubar sejak siang hari dan dikawal anggota sampai kampung halaman. Saat ini suasana sudah kondusif dan kita siagakan beberapa anggota di kedua jalur jalan dekat sekretariat kedua paslon," ujar mantan Kapolsek Oebobo, Polresta Kupang ini.
Dirinya juga mengimbau warga untuk tidak lagi datang ke sekretariat walaupun demi urusan ucapan selamat sekalipun. Biarlah suasana ini tetap aman sampai pada penetapan paslon terpilih oleh rakyat sesuai jadwal.
"Imbauan kita tetap taati protokoler covid19. Berdiam diri di rumah karena ini bukan masa kampanye lagi tapi menunggu hasil pilkada soal siapa yang akan ditetapkan nanti," tambah Jance.
Sebelumnya diberitakan, aparat gabungan dari Polri juga TNI diterjunkan ke kawasan jalan negara jurusan Betun-Kupang tepatnya di Kecamatan Malaka tengah untuk mengamankan situasi.
Pasalnya, sejak pagi hari massa pendukung kedua belah pihak baik paslon nomor urut 1 (satu) Bupati Malaka, Simon Nahak dan Calon Wabup, Kim Taolin atau SN-KT maupun paslon Bupati nomor urut 2 (dua), dr. Stefanus Bria Seran, MPH dan Calon Wabup, Wendelinus Taolin atau SBS-WT untuk melakukan pawai kemenangan masing-masing paslon.
Pantauan Pos-Kupang, Kamis (10/12) sejak pagi hari massa kedua paslon dengan arak-arakan menuju sekretariat masing-masing yang mana berada di jalur jalan negara arah Kupang.
Massa Paslon SN-KT berkumpul di sekretariat yang berada tepat dipinggir jalur jalan negara ke arah Kupang di Dusun Weleun, Desa Bakiruk, wilayah Malaka Tengah.
Sementara massa pendukung SBS-WT dari arah Betun juga menuju sekretariat paslon nomor 2 (dua) ini ke Desa Haitimuk melintasi depan sekretariat SN-KT.
Informasi yang dihimpun Pos-Kupang menyebutkan, pertemuan antar kedua massa pendukung dua paslon melahirkan saling menyatakan kemenangan masing-masing paslon sehingga menimbulkan keributan.
Aksi kejar-kejaran antar para massa pun terjadi sekitar Pukul 12.15 Wita. Saling melempar batu pun terjadi sehingga membuat arus kendaraan macet. Aparat gabungan Polri dan TNI diterjunkan ke lokasi menjadi titik bentrokan antar massa pendukung.
Baca juga: Bupati Sunur: Masalah Kemanusiaan Tidak Boleh Dipolitisasi
Baca juga: Viktor Nekur Angkat Bicara Kasus Korupsi Puskesmas Bola
Baca juga: Pilkada Manggarai Barat : Edi-Weng Unggul Quick Count dan Real Qount KPU
Baca juga: Aparat Gabungan Polri-TNI Siaga di Jalur Jalan Utama Betun-Kupang, Begini Situasinya di Malaka
Seperti dipantau Pos-Kupang di lokasi, beberapa unit motor dirusaki oknum massa dan terlihat diamankan aparat Satlantas Polres Malaka. Aparat keamanan terutama jajaran Brimob terlihat siaga di sekretariat SN-KT dan juga di beberapa titik di jalur utama arah Kupang.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong)