Breaking News:

Salam Pos Kupang

Hormati Pilihan Rakyat

Pelaksanaan Pilkada di 270 daerah di Indonesia, termasuk sembilan kabupaten di NTT sudah selesai dilakukan 9 Desember 2020 kemarin

Hormati Pilihan Rakyat
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - Pelaksanaan Pilkada di 270 daerah di Indonesia, termasuk sembilan kabupaten di NTT sudah selesai dilakukan 9 Desember 2020 kemarin. Pilihan warga sudah dijatuhkan setelah selama 71 hari menerima penyampaian program-program oleh pasangan calon bupati dan wakil bupati saat mereka melakukan kampanye.

Apa yang sudah disampaikan paslon saat kampanye sudah diketahui warga sehingga mereka menjatuhkan pilihan pada saat pencoblosan. Oleh karena itu, kepada paslon yang bertarung di pilkada kali ini harus bisa menerima apapun hasil dari pemungutan suara tersebut. Apa yang telah diputuskan rakyat itulah yang terbaik menurut mereka.

Oleh karena itu, tugas paslon setelah pemungutan suara ini adalah memberikan pemahaman kepada timnya bahwa itulah hasil dari kerja-kerja politik yang telah mereka lakukan selama 71 hari saat kampanye bahkan jauh sebelum masa kampanye.

Baca juga: Korupsi Pejabat Publik

Saat-saat sekarang ini, paslon harus bisa mengendalikan sekaligus memberi pemahaman kepada pengikutnya untuk menerima apapun hasil dari pilkada ini. Hentikan eforia yang berlebihan bahkan klaim menang sebelum waktunya. Sebab itu dapat memicu reaksi balik dari lawan.

Di saat-saat seperti ini, kemampuan paslon untuk mengendalikan massanya sangat diharapkan sehingga harapan pelaksanaan pilkada berjalan dengan aman dapat terwujud.

Baca juga: Longsor di Manggarai Barat, Listrik di 3 Kecamatan Alami Pemadaman, Ini Penyebabnya

Pelaksanaan pilkada yang aman dan berkualitas sangat ditentukan kekuatan paslon dalam mengendalikan massa yang menjadi konstituennya. Di sinilah kenegarawanan paslon dalam mengendalikan massanya sangat dinanti-nantikan.

Apabila paslon sudah dapat mengendalikan massanya maka riak-riak yang bakal timbul pasca pilkada ini hampir pasti tidak ada atau kalaupun ada maka riaknya sangat kecil.

Jadi usai pilkada ini akan terlihat kedewasaan dari setiap paslon untuk menerima apapun hasil yang sudah ditentukan rakyat. Kalau memang tidak terpilih maka itu artinya rakyat belum berkehendak terhadap paslon tersebut.

Begitu juga sebaliknya, jika rakyat memilih dan paslon tersebut menang maka itu artinya dalam lima tahun ke depan rakyat mau menyaksikan seperti apa implementasi janji-janji yang sudah disampaikan paslon saat kampanye beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, jika terpilih lakukan hal-hal yang sudah dikampanyekan atau dijanjikan. Janji yang disampaikan saat kampanye sudah dipegang rakyat. Sekali janji tidak ditepati maka rakyat akan membalasnya di saat pilkada seperti sekarang ini.

Pilkada merupakan ajang menjual program sekaligus pertanggungjawaban terhadap janji yang sudah pernah disampaikan. Memori kolektif warga akan selalu mengingat janji-janji yang disampaikan tersebut. Jadi, jangan abaikan janji saat kampanye. Pilkada adalah ajang rakyat untuk menilai tepat tidak janji yang sudah pernah disampaikan saat kampanye. (*)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved