Refly Harun Sedih, Gegara Pelanggaran Protokol Kesehatan, 6 Laskar FPI Tewas Tertembak, Renungkan!

Refly Harun mengajak merenung bahwa ada yang 'tidak beres' di negeri ini hingga menyebabkan adanya korban jiwa yang menurutnya 'tidak perlu'.

Editor: Frans Krowin
YouTube Refly Harun
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mengandaikan diri menjadi penguasa, Minggu (10/5/2020). 

Refly pun mengingatkan bahwa permasalahan meninggalnya enam anggota FPI ini sebenarnya dilatari dari masalah 'sepele' yakni dugaan pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan Habib Rizieq Shihab.

Namun, Refly menyoroti tujuan dari kepolisian yang menguntit aktivitas keluarga Habib Rizieq, padahal apa yang disangkakan bukanlah pelanggaran hukum berat, hanya dugaan pelanggaran protokol kesehatan.

"Masalah utamanya adalah dugaan pelanggaran protokol kesehatan, masalah utamanya adalah pemanggilan Habib Rizieq. Padahal banyak kasus yang mestinya bisa diselidiki, kasus korupsi, kasus yang melibatkan orang-orang penting di negeri ini," ujar Refly.

Refly Harun mengajak merenung bahwa ada yang 'tidak beres' di negeri ini hingga menyebabkan adanya korban jiwa yang menurutnya 'tidak perlu'.

"Ini semua menyadarkan kita agar kita sama-sama mencoba untuk berpartisipasi memperbaiki sesuatu yang sepertinya mampet di republik ini, sehinga terjadi hal-hal seperti ini yang menyebabkan terjadinya korban jiwa.

Bagaimana pun korban jiwa tidak seharusnya tumpah, kecuali kita menghadapi orang-orang yang membahayakan negeri ini, seperti teroris atau orang yang mau memberontak dengan menggunakan kekuatan senjata."

"Tapi kalau sipil seperti FPI yang dihadapi dengan kekuatan  bahkan pangdam berjanji membantu, maka negara ini seperti menghadapi masyarakat sipil dengan aparatur negara yang ada."

Refly berharap agar permasalahan ini bisa terbuka seterang-terangnya demi menciptakan keadilan.

"Mudah-mudahan masalah ini akan terang dalam waktu sedekat-dekatnya, Penuh dengan keadilan yang tidak ditutup-tutupi, yang melakukan harus beranggung jawab demikian juga orang-orang yang barangkali melalukan pembiaran, entah itu dari pihak kepolisian maupun FPI. Jangan sampai enam orang yang meninggal menuntut mereka-mereka yang sampai sekarang masih bisa tertawa di dunia ini," tandasnya.

Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menyapa simpatisannya saat tiba di daerah Puncak, Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/11/2020). Dalam kunjungan tersebut, Rizieq Shihab dijadwalkan menghadiri acara peresmian pembangunan Masjid Raya di Markaz Syariah Pesantren Alam Agrokultural sekaligus mengisi ceramah shalat Jumat.
Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menyapa simpatisannya saat tiba di daerah Puncak, Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/11/2020). Dalam kunjungan tersebut, Rizieq Shihab dijadwalkan menghadiri acara peresmian pembangunan Masjid Raya di Markaz Syariah Pesantren Alam Agrokultural sekaligus mengisi ceramah shalat Jumat. (AFP/ADITYA SAPUTRA via Kompas.com)

Dua kronologi berbeda

Seperti diketahui, terdapat dua kronologi berbeda antara polisi dan pihak Front Pembela Islam terkait insiden di ruas tol Jakarta-Cikampek yang disebut menewaskan enam pengawal keluarga Habib Rizieq Shihab.

Polisi menyebut pihaknya diserang dan ditembaki sehingga mereka balas menembak dan menewaskan enam anggota laskar.

Sementara, pihak FPI punya pandangan berbeda.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengakui anggotanya menembak enam orang pengikut Front Pembela Islam (FPI), sementara kuasa hukum FPI membeberkan kronologi penembakan.

Irjen Fadil Kapolda Metro Jaya membenarkan ada 6 dari 10 pendukung atau pengikuti MRS atau HRS yang ditembak mati polisi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Km 50, Karawang, Jawa Barat.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved