Breaking News:

Salam Pos Kupang

Musim Pancaroba & Fenomena Petir

Akhir-akhir ini, hujan mulai mengguyur wilayah Nusa Tenggara Timur ( NTT). Meski sifat hujan sepertinya belum merata di semua tempat

Musim Pancaroba & Fenomena Petir
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - Akhir-akhir ini, hujan mulai mengguyur wilayah Nusa Tenggara Timur ( NTT). Meski sifat hujan sepertinya belum merata di semua tempat, tapi itu menjadi tanda bahwa kita mulai memasuki musim hujan.

Saat ini, musim hujan amat dinantikan oleh semua kalangan, apalagi setelah kita melewati masa dimana cuaca tropis terasa demikian menyengat. Suhu udara amat sangat panas, sehingga siapa pun mengeluh.

Hanya saja perlu kita sadari, bahwa hujan yang kini tengah membasahi bumi, sesungguhnya tak sebatas menghilangkan panas setahun.

Baca juga: Elsa Buntuti Mama Rosa dan Al, Sinopsis Ikatan Cinta Malam ini 8 Desember 2020 Elsa Ragu Kuburan Roy

Hujan yang belakangan ini makin sering mengguyuri Flobamora juga sebagai isyarat bahwa kita mulai memasuki pancaroba, masa peralihan dari musim panas ke musim hujan.

Masa transisi cuaca ini seyogyanya harus diwaspadai karena membuat kita rentan terhadap penyakit endemik, seperti infeksi saluran pernapasa atas atau ISPA, malaria, demam berdarah dan aneka jenis penyakit lainnya.

Baca juga: Polda NTT Kerahkan 13.357 Personil Amankan Pilkada di NTT

Dan, satu hal yang harus selalu diwaspadai, adalah virus corona. Pasalnya, sampai detik ini virus mematikan ini masih terus mewabah.

Setidaknya perlu kita sadari bahwa virus ini bisa dihindari dengan cara-cara yang amat sederhana, yaitu selalu pakai masker, jaga jarak saat berinteraksi dan selalu mencuci tangan pakai sabun.

Hal lain yang juga sama penting dan barangkali perlu kita garisbawahi bersama, adalah utamakan pola hidup sehat, sehingga kekebalan tubuh selalu terjaga. Contoh sederhananya, makan teratur dengan gizi seimbang.

Hal ini memang sepeleh tapi kadang diabaikan padahal jika diperhatikan secara baik, maka bukan saja kita dijauhi dari bahaya virus corona atau Covid-19 tetapi juga berbagai jenis penyakit endemik lainnya seperti tersebut di atas.

Memang, sejak musim pancaroba hingga musim hujan tiba, aneka peristiwa kebencanaan bisa saja terjadi. Ada bahaya tanah longsor, banjir bandang juga badai angin.

Belum lagi fenomena alam yang makin sering melanda NTT beberapa tahun belakangan ini, adalah bahaya petir yang semakin sering menelan korban jiwa.
Ini fakta baru yang terjadi di sekitar kita. Dan, perlu kita sadari bahwa petir yang selalu merenggut korban jiwa itu, merupakan buah dari cuaca ekstrim yang tidak kita sadari namun sedang melanda NTT.

Untuk itu, selama hayat dikandung badan, alangkah baiknya kita selalu peka terhadap keadaan, peka terhadap bahasa alam. Bila hari sedang hujan, misalnya, ada baiknya berhentilah bekerja apalagi di alam terbuka. Dengan begitu kita dijauhi dari hal-hal yang tidak kita inginkan.

Dan, terlepas dari kisah ziarah hidup setiap manusia, adalah baik bila saat ini kita saling mengingatkan bahwa dalam kondisi apa pun sebaiknya kita selalu waspada. Ini penting demi kebaikan kita bersama. Semoga. *

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved