RSIA Dedari Lakukan Terobosan Peningkatan Kualitas dan Keselamatan Pasien Selama Masa Pandemi

Manajemen RSIA Dedari tak pernah berhenti melakukan terobosan-terobosan dalam memaksimalkan pelayanan

Penulis: Ryan Nong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/VINSEN HULER
Direktur RSIA Dedari, dr. Nanin Susanti, Akp., MARS seusai diwawancarai POS- KUPANG.COM, Sabtu ( 8/2/2020) di RSUD Dedari, Kupang 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Manajemen RSIA Dedari tak pernah berhenti melakukan terobosan-terobosan dalam memaksimalkan pelayanan terutama dalam peningkatan kualitas layanan dan keselamatan pasien di tengah situasi pandemi Covid-19.

Di samping memastikan semua petugas dan pasien serta pengunjung patuh terhadap protokol kesehatan, menyediakan APD untuk petugas baik medis, keperawatan maupun penunjang yang membutuhkan, membuat penapisan atau skrining calon pasien dan pengunjung sebelum memasuki areal RSIA DEDARI, juga melakukan registrasi, konsultasi, pertemuan, rapat dan laporan internal melalui virtual atau zoom, serta membuat sekat antar bagian pelayanan.

Baca juga: Pilkada Manggarai Tinggal H-2, Begini Persiapan KPU Manggarai

"Kami memang ingin menerapkan disiplin untuk semua petugas agar terhindar dari paparan virus penyebab Covid 19," ujar direktur RSIA Dedari, dr Nanin Susanti Akp.,Mars kepada POS-KUPANG.COM.

Nanin Susanti menjelaskan, risiko penularan Corona tetap ada sehingga pihak RSIA Dedari tidak lagi melakukan rapat bersama dalam satu ruangan tetapi digantikan dengan rapat secara virtual. Selain itu, juga dilakukan pembagian tugas yang meminimalisir kontak antar petugas.

Baca juga: Pemda Lembata: Niat Pemerintah Bukan Untuk Menyengsarakan Masyarakat

"Kebetulan ruangan perawatan di Dedari bisa dibagi menjadi 3 blok terpisah sehingga jika ada apa-apa kami bisa mengisolasi salah satu blok ruangan dan petugasnya dan yang lain tetap bisa melakukan pelayanan," kata Nanin Susanti.

Sebagai satu-satunya Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak di Kupang, RSIA DEDARI tidak dimasukkan sebagai RS rujukan Covid 19 oleh pemerintah melalui Dinas Kesehatan Provinsi, meskipun ibu hamil dan anak anak termasuk kelompok risiko tinggi untuk terpapar covid 19 dan termasuk kelompok umur yang tidak akan mendapatkan vaksin.

"Kami sudah berkomunikasi terus baik melalui organisasi rumah sakit, PERSI NTT, maupun langsung menghadap kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, agar kami dapat berperan aktif dalam upaya penurunan kasus Covid 19," tambah dr Yuli Butu, wakil direktur Pelayanan dan penunjang RSIA DEDARI.

Ia mengatakan, pihak RSIA juga merencanakan untuk melakukan komunikasi lebih intensif terkait persoalan pemusnahan limbah medis. Hal ini telah berpotensi bermasalah karena provider pemusnahan limbah medis untuk hampir seluruh Rumah Sakit di Kota Kupang hanya mengantongi izin hingga Desember 2020.

"Kita terus melakukannya antisipasi peningkatan mutu dan keselamatan pasien sehingga masyarakat tidak perlu khawatir untuk datang dan dirawat di RSIA DEDARI Kupang," tegasnya. (Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved