Polisi Ini Ancam Sembelih Habib Rizieq, Sebut Tak Gentar Hadapi FPI, Kapolres Langsung Minta Maaf

Video ancaman Aiptu H yang kini viral di media sosial itu, sudah ditonton lebih dari 24 ribu kali serta mendapatkan komentar 1.300 komentar.

Editor: Frans Krowin
(Kolase TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho/twitter)
Rumah Sakit Ummi tempat dirawatnya Habib Rizieq Shihab 

Polisi Ini Ancam Sembelih Habib Rizieq, Sebut Tak Gentar Hadapi FPI, Kapolres Langsung Minta Maaf

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Lantaran tak tahan menyaksikan kegaduhan di Tanah Air pasca kepulangan Habib Rizieq Shihab dari Arab Saudi, oknum polisi ini bertindak nekad.

Melalui sebuah video singkat yang berdurasi 2 menit 49 detik, oknum polisi ini mengancam akan menghabisi Habib Rizieq Shihab dan tak takut menghadapi kroni-kroninya.

Video itu pun seketika menjadi viral di media sosial. Video itu menggambarkan oknum anggota polisi itu mengancam Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Dalam video itu, oknum polisi Aiptu H mengancam akan menyembelih Habib Rizieq Shihab. 

Video ancaman Aiptu H yang kini viral di media sosial itu, sudah ditonton lebih dari 24 ribu kali serta mendapatkan komentar 1.300 komentar.

Dilansir dari TribunSurya, dalam video viral itu, Aiptu H mengaku geram dengan berbagai keributan yang tak kunjung usai di Indonesia.

Dalam video itu, Aiptu H tidak menyebutkan nama dan asalnya. 

Namun, dipastikan dia berasal dari Pekalongan, Jawa Tengah.

"Selamat pagi untuk warga Pekalongan sekitarnya, selamat pagi untuk warga seluruh Indonesia yang saya cintai dan saya banggakan."

"Akhir-akhir ini kita melihat ada organisasi yang bergaya preman. Bergaya jagoan. Bahkan bak seorang juara yang tidak ada tandingannya, kita semua paham siapa mereka FPI atau Front Pembela Islam," katanya.

Ia mengatakan, sebagai Warga Negara Indonesia dan sebagai Umat Muslim tidak gentar menghadapi FPI.

"Demi Allah saya tidak gentar dengan FPI, Rizieq, dan kroni-kroninya dan demi Allah saya siap membabat lehernya kalau sampai berulah terlalu jauh apalagi mengacaukan NKRI," katanya.

Selain itu, dirinya juga menceritakan pengalamannya saat berurusan dengan anak petinggi FPI Kota Pekalongan ditilang anggota Satlantas Polres Pekalongan Kota.

Karena merasa tak terima ditilang, anak petinggi FPI itu, mendatangkan massa yang terdiri dari 50 orang untuk menggeruduk pos polisi yang berada di Monumen Kota Pekalongan.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved