Di Penghujung November, 2.000 Hektar Lahan Pertanian di Malaka Tuntas Dibajak  Gratis

penghujung November luas lahan petani yang ada di 12 kecamatan yang telah dipacul gratis mencapai 2.015,22 Hektar.

Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
Di Penghujung November, 2.000 Hektar Lahan Pertanian di Malaka Tuntas Dibajak  Gratis
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan  (TPHP) Kabupaten Malaka, Nikolaus Seran memantau pacul tanah dari traktor besar (TR4) di  lahan warga.

Di Penghujung November, 2.000 Hektar Lahan Pertanian di Malaka Tuntas Dibajak  Gratis

POS-KUPANG.COM I BETUN--- Jelang musim tanam I dan menanti musim hujan tiba, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka mengerahkan traktor besar (TR4) ke lahan petani di 12 kecamatan.

Setiap hari traktor "menggaruk" lahan kering yang ada agar ketika musim hujan tiba, petani tidak kesulitan. Sampai dengan posisi Senin  (30/11)atau penghujung November luas lahan petani yang ada di 12 kecamatan yang telah dipacul gratis mencapai 2.015,22 Hektar.

Dari data tertulis  yang diperoleh Pos-Kupang dari Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHP), Selasa (1/12)  menyebutkan, lahan yang telag  dipacul  gratis seluas 2.015,22 Hektar dengan perincian,  di Kecamatan Wewiku seluas 351,16 Hektar, di Kecamatan Malaka Barat seluas 285,98 Hektar.

Di Kecamatan Weliman seluas 276,89 Hektar, di Kecamatan Rinhat seluas 73,11 Hektar, di Kecamatan Malaka Tengah seluas 265,58 Hektar, di Kecamatan Kobalima seluas 324,32 Hektar, di Kecamatan Kobalima Timur seluas 25,63 Hektar.

Di Kecamatan Malaka Timur seluas 52,77 Hektar, di Kecamatan Sasitamean seluas 126,82 Hektar, di Kecamatan Laenmanen seluas 151,62 Hektar, di Kecamatan Botin Leobele seluas 27,74 Hektar dan di Kecamatan Io Kufeu seluas 53,60 Hektar.

Untuk diketahui, Pemerintahan Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan Bupati dr. Stefanus Bria Seran, MPH atau yang biass disapa SBS dengan almarhum Wakil Bupati, Drs. Daniel Asa menjadikan Revolusi Pertanian Malaka (RPM) sebagai program unggulan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan  (TPHP) Kabupaten Malaka, Nikolaus Seran belum lama ini menegaskan, sasaran pacul lahan terutama pada lahan tidur milik rakyat yang selama ini belum pernah dipacul.

Sementara ini lahan masyarakat masih dalam persiapan panen jagung, kacang ijo dan singkong. Sehingga baru sebagian lahan dipacul. Diperkirakan selesai panen pada  Oktober ini, barulah dipacu pemaculan di kebun rakyat yang sudah selesai panen tersebut.

Salah satu petani di Kecamatan Weliman, Farida Hoar menyampaikan rasa syukur pada Pemkab Malaka terkait program RPM. Selama ini para petani mengolah lahan menanti hujan turun harus menyewa traktor untuk bajak tanah. Tetapi dengan hadirnya program RPM, petani terbantu karena Dinas teknis menurunkan traktor besar menggaruk tanah.

Baca juga: Bacaan Niat Sholat Tahajud & Tata Cara Sholat Tahajud Sendiri Lengkap Dengan Doa Setelah Tahajud

Baca juga: KPA Provinsi NTT Gelar Peringatan Hari Aids Sedunia 2020 di Lapas  Kelas II A Kupang

Baca juga: Senyum Bahagia Tiga Lansia Terima Bantuan Kursi Roda Dari Ketua Umum Bhayangkari Pusat

"Kalau dulu bajak tanah pakai traktor tangan butuh waktu lama. Tapi sekarang dengan traktor besar dalam hitungan jam saja sudah dipacul semua lahan tidur yang ada. Lagipula kami tidak perlu buang biaya lagi karena pacul gratis," jelas Hoar.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved