Aktivitas Vulkanik Ile Lewotolok Meningkat,Tim Gabungan Kosongkan Kecamatan Ile Ape & Ile Ape Timur

sejumlah warga yang masih menetap di rumah mereka masing-masing pasca meletusnya Gunung Ile Lewotolok

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RICARDUS WAWO
Petugas BPBD sedang menurunkan warga yang baru saja dievakuasi ke lokasi pengungsian Lapangan Kantor Bupati lama, Senin (30/11/2020) malam.    

Aktivitas Vulkanik Ile Lewotolok Meningkat, Tim Gabungan Kosongkan Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Tim gabungan yang terdiri dari personil BPBD Kabupaten Lembata, Personil TNI dan Polres Lembata kembali melakukan evakuasi terhadap warga di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, pada Senin (30/11/2020) malam.

Evakuasi dilakukan terhadap sejumlah warga yang masih menetap di rumah mereka masing-masing pasca meletusnya Gunung Ile Lewotolok, pada Minggu (29/11/2020) kemarin.

Kepala BPBD Kabupaten Lembata Kanisius Making, yang dihubungi Pos Kupang, pada Senin malam, membenarkan adanya proses evakuasi warga di wilayah terdampak yakni Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur setelah diketahui adanya peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok.

Kanis berujar oleh pemerintah daerah, warga diminta untuk mengosongkan wilayah Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur tanpa terkecuali.

"Kita minta untuk kosongkan Ile Ape dan Ile Ape Timur," tandasnya.

Pemerintah juga sudah menyiapkan tempat bagi warga yang baru dievakuasi.

Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Distributor Barang di Ngada Siap Penuhi Kebutuhan Pelanggan

Baca juga: Difabel Mengungsi di Kebun, FPKDK Lembata Salurkan Bantuan Para Sopir dari Labuan Bajo

Baca juga: Stok Logistik Pangan Menjelang Natal dan Tahun Baru Tersedia Hingga Februari 2021 di Ngada

Ketua Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok, Stanislaus Ara Kian, dalam laporannya memaparkan bahwa per tanggal 30 November 2020 periode pukul 18.00-24.00 Wita, secara visual gunung terlihat jelas hingga kabut 0-I. Asap kawah bertekanan kuat teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi 700 meter di atas puncak kawah. Masih juga teramati lava pijar di puncak dan terdengar suara dentuman.

Stanis mengakui adanya peningkatan aktivitas Gunung Ile Lewotolok termasuk gempa vulkanik dalam dan tektonik lokal yang terekam alat seismograf. Rincian laporannya adalah; 
Hybrid/Fase Banyak
(Jumlah : 12, Amplitudo : 7-20 mm, S-P : 0 detik, Durasi : 7-25 detik)
■ *Vulkanik Dalam*
(Jumlah : 43, Amplitudo : 6-29 mm, S-P : 0.5-1 detik, Durasi : 4-22 detik)
■ *Tektonik Lokal*
(Jumlah : 4, Amplitudo : 27-30 mm, S-P : 0 detik, Durasi : 12-27 detik)
■ *Terasa*
(Jumlah : 2, Amplitudo : 29 mm, S-P : 0 detik, Durasi : 15-36 detik, Skala : II MMI)

*Tremor Menerus (Microtremor)* terekam dengan amplitudo 2-16 mm (dominan 2 mm)

Pos Pemantau Ile Lewotolok merekomendasi masyarakat di sekitar G. Ile Lewotolok dan pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian, dan tidak beraktivitas dalam zona perkiraan bahaya di dalam area kawah Gunung Ile Lewotolok dan di seluruh area dalam radius 4 km dari puncak/pusat aktivitas Ile Lewotolok.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved