Pembelajaran Blended Learning di Era Pandemi Covid-19

Akibatnya guru-guru harus pontang panting menelusuri rumah-rumah dati siswanya untuk menyampaikan bahan ajaran.

Editor: Rosalina Woso
Bangkapos.com
sejumlah siswa sedang belajar secara online di rumah 

Pembelajaran Blended Learning di Era Pandemi Covid-19

Oleh : Paulina Yunita Kaituka, SPd

Guru Honorer SMP Negeri 3 Kupang Barat, Guru Mata Pelajaran PJOK.

POS-KUPANG.COM--Blended Learning merupakan kombinasi pembelajaran tradisional dan pembelajran elektronik.

Pembelajaran blended learning bersifat saling melengkapi kekurangan face to face learning dan e-learning.

Walau demikian, kelemahan pembelajaran e-learning cenderung pada pelatihan dari pada pendidikan yang mengarah pada kemampuan kognitif dan psikomorik sehingga kurang memperhatikan aspek efektif.

Pada masa pandemic covid 19, semua aktivitas pendidikan mengalami perubahan begitu besar. Dari kebiasaan memberikan materi pembelajaran dengan tatap muka langsung dengan peserta didik, kini berubah total.

Saat ini guru-guru memberi materi pembelajaran secara daring melalui smartphone atau laptop. Kondisi ini tentu cukup merepotkan untuk wilayah yang tidak memiliki jaringan internet.

Akibatnya guru-guru harus pontang panting menelusuri rumah-rumah dati siswanya untuk menyampaikan bahan ajaran.

Pola lain yang dilakukan adalah dengan menjadwalkan siswa-siswi datang ke sekolah untuk mengambil tugas-tugas guna dikerjakan di rumah dan akan dikembalikan ke guru di hari yanh sudah ditentukan.

Kesulitan yang dialami guru juga ternyata juga dialami orang tua. Sebab, kehadiran anak-anak di rumah juga membuat beban tersendiri sebab orang tua juga tidak selalu intens memberikab bahan ajaran kepada anak-anak mereka.

Kebanyakan orang tua mengeluh karena anak-anaknya tidak memperdulikan lagi tentang pentingnya pendidikan. Seperti yang terjadi pada siswa siswi SMP Negeri 3 Kupang Barat, mereka kebanyakan menghabiskan waktu hanya bermain, berlibur, membantu orang tua di kebun padahal dari sekolah sudah mengadakan kegiatan belajar dari rumah (BDR).

Banyak sudah upaya yang dilakukan oleh guru-guru seperti mengunjungi rumah peserta didik untuk melakukan kegiatan belajar mengajar dan memberi tugas tetapi kenyataannya banyak siswa yang mengabaikan kegiatan tersebut.

Terkadang siswa tidak ada saat jadwal kunjungan rumah, dengan hal ini tidak menutup kemungkinan berdampak negative pada pencapain prestasi belajar peserta didik.

Oleh karena itu dengan menggunakan atau memanfaatkan teknologi, baik itu dalam menyusun skenario pembelajaran tetapi juga termasuk penggunaan metode dan model pembelajaran yang tepat. Hal ini penting untuk membangkitkan daya kreatifitas peserta didik agar apa yang disampaikan dengan mudah diterima dan pahami.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved