RSUPP Betun Ukir Sejarah Dapat DAK Bidang Kesehatan Senilai Rp 49 miliar
Manajemen RSUPP Betun, Ibu kota Kecamatan Malaka, Kabupaten Malaka mengukir sejarah perdana dalam hal Dana Alokasi Daerah ( DAK)
Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM I BETUN--Manajemen Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan Betun ( RSUPP Betun), Ibu kota Kecamatan Malaka, Kabupaten Malaka mengukir sejarah perdana dalam hal Dana Alokasi Daerah ( DAK).
Pasalnya, sejak Malaka berdiri sendiri sebagai daerah otonom lepas dari Kabupaten Belu, RSUPP Betun mendapat perhatian khusus dari Kementrian Kesehatan dengan memberikan DAK Bidang Kesehatan mencapai Rp 49 Miliar.
Hal ini disampaikan Direktris RSUPP Betun, dr. Oktelin K. Kaswadie kepada wartawan di Betun, Ibu kota Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Selasa (26/11/2020).
Baca juga: Warga Perbatasan RI-RDTL Bersama Prajurit TNI Panen Raya Tomat
Dijelaskan Oktelin, dalam kurun waktu lima tahun belakangan ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka dibawa kepemimpinan Bupati Definitif, dr. Stefanus Bria Seran, MPH terus membenahi bidang kesehatan. Pemerintah Malaka memiliki misi meningkatkan derajat kesehatan warga dengan membenahi infrastruktur kesehatan.
Khusus di RSUPP Betun, jelas dr. Oktelin, manajemen berusaha menjadikan rumah sakit ini sebagai rumah sakit rujukan di perbatasan RI-RDTL. Artinya, tidak saja RSUD di Atambua tetapi RSUPP juga harus dibenahi karena Malaka-pun berada di perbatasan negara.
Baca juga: TNI Tolong Balita yang Terluka Akibat Jatuh
"Kita mewujudkan komitmen dalam meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat dengan terus mengembangkan sarana prasarana pendukung pembangunan bidang kesehatan di Malaka. Bupati Malaka, dr. Stef Bria Seran, MPH yang berlatar belakang sebagai orang kesehatan ingin agar masyarakatnya terlayani dengan fasilitas kesehatan yang representatif," jelas dr. Oktelin.
Berkat kerja keras seluruh personil di RSUPP Betun, katanya, lalu didukung penuh Pemkab Malaka maka saat ini perhatian pemerintah pusat melalui Kementrian Kesehatan tengah diarahkan ke Malaka dalam upaya pembenahan RSUPP Betun.
Atas keseriusan bersama inilah maka Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memberi perhatian berupa bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang kesehatan senilai Rp 49 miliar.
"Anggaran ini sangat besar, nilainya Rp 49 miliar bantuan dari Menteri Kesehatan. Ini juga bagian dari kerja keras teman-teman Perencanaan Rumah Sakit dalam mengajukan proposal yang dilengkapi dengan yang akurat sehingga orang pusat melihat bahwa kita memang butuh dana itu," katanya.
Dana bantuan itu, kata dr. Oktalin, akan digunakan untuk keperluan membangun gedung RSPP tiga lantai serta fasilitas kesehatan lainnya.
Dokter Oktelin menjelaskan, dana bantuan tersebut akan dipakai membangun satu gedung rawat inap tiga lantai senilai Rp 35 miliar yang pekerjaannya dimulai tahun 2021. Selain ini, disisihkan dana Rp 12 milliar untuk pengadaan alat kesehatan (Alkes), Rp 1 milliar pengadaan air RO untuk kepentingan cuci darah.
"Alat ini nantinya untuk menyaring air agar tidak mengandung kapur dan tidak mengandung kuman dan murni untuk air cuci darah, serta mengadakan dua unit ambulance senilai Rp 700 juta, sehingga totalnya nanti sekitar Rp 49 milliar," urai dr. Oktelin.
Selain dana itu, lanjut dr. Oktelin, tahun ini pihaknya juga mendapat alokasi dana Rp 4 miliar yang digunakan untuk kegiatan pelayanan kepada masyarakat.
"Tahun lalu kita dapat dana Rp 19 miliar, dan dipakai sebanyak Rp 14 miliar untuk bangun gedung IGD dan pengadaan alkes senilai Rp 5 miliar," urai dr. Oktelin.
Dokter Oktelin mengatakan bahwa pihaknya sudah mengusulkan agar RSPP Betun ini dijadikan rumah Sakit rujukan khusus perbatasan karena memang rumah sakit ini berada di garis batas selatan, dimana sering juga menerima rujukan pasien dari TTU, TTS, Belu bahkan sebagian dari Distrik Suai, Negara Timor Leste.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/rsupp-betun-ukir-sejarah-dapat-dak-bidang-kesehatan-senilai-rp-49-miliar.jpg)