Jelang HBKN Kadisperindag NTT Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil
ikan kembung 0.03 persen, jeruk nipis 0.03 persen, labu siam 0.03 persen l, sayuran buncis 0.03 persen, ikan ekor kuning 0.02 persen
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
"Mudah - mudahan bisa terpotong inflasi tahun ini karena pengalaman lebaran pas bulan Mei itu lagi takut - takutnya orang dengan covid sehingga shalatnya dari rumah, silaturahmi lewat media sosial bikin kue tidak banyak - banyak sehingga harga telur tidak terlalu berpengaruh" lanjutnya.
Lanjut dia, kemungkinan perayaan Natal tahun ini sudah ada kelonggaran tetapi dengan kondisi saat ini, Nasir meminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.
"Kondisi saat ini, untuk hari ini, NTT menembus angka 1136 orang penderita Covid. Tolong jaga jarak, pakai masker, cuci tangan, selalu membawa hand sanitizer biar kita sampai pada Natal nanti itu dengan damai sejahtera bahwa kita tidak terganggu oleh covid" tuturnya.
Satgas Pangan Polda NTT, John Blegur menyampaikan, ketersediaan stok bahan kebutuhan pokok untuk wilayah NTT khususnya di Kota Kupang, sesuai dengan fakta lapangan dan juga hasil pantauan selama beberapa bulan silam hingga saat ini belum ada jenis bahan pokok yang dinilai kurang.
"Semuany tersedia. Ini berkat kerja keras para distributor dan para pengusaha lokal" kata John.
Dikatakan John, sepanjang pemantauan dia belum menemui adanya penimbunan bahan kebutuhan pokok.
Semua pedagang pengusaha melaksanakan usaha dagangnya dengan normal. Untuk kestabilan harga sesuai pantauan beberapa bulan lalu hingga saat ini, harga masih pada tahap normal.
" Seperti di pasar tradisional dan pasar modern memang ada perbedaan harga antara pasar modern dengan pasar traditional tapi tidak signifikan" tukasnya.
Sementara untuk kestabilan distribusi sesuai pantauan sampai saat ini belum ada kendala yang berhubungan dengan kekancaran stabilitas distribusi kebutuhan pokok.
Kepala Divisi Regional (Kadivre) Bulog NTT, Eko Pranoto mengatakan, saat ini hampir semua wilayan di Indonesia melakukan pemantauan seperti yang dilakukan di NTT.
"Karena pengalaman setiap tahun itu dua kali kita direpotkan, kalau bukan puasa itu masuk natal dan tahun baru karena disitu memang cenderung terjadi peningkatan permintaan ditambah lagi ibu - ibu kadang borongan sehingga memacu kecenderungan kerjadinya kenaikan harga di pasar terutama untuk bahan kebutuhan pokok" jelas Eko.
"Alhamdulilah kita sudah melakukan antisipasi awal meskipun natal itu masih lama, kurang lebih 3 minggu lagi" sambungnya.
Dia berharap, ketersediaan bahan pokok saat ini bisa tetap terjaga sampai Natal dan Tahun Baru.
"Itu didukung karena persediaan memang banyak di pasar kecuali beberapa seperti telur. Tapi telur bervariasi juga" ujarnya.
Lanjut Eko, menjelang Natal dan Tahun Baru kali ini, Bulog sebagai penyangga sampai hari ini punya persediaan beras sekitar 22 ribu ton, minyak goreng 64 ribu liter.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/rapat-koordinasi-dan-identifikasi-harga-bahan-pokok-menjelang-hbkn.jpg)