Jelang HBKN Kadisperindag NTT Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil
ikan kembung 0.03 persen, jeruk nipis 0.03 persen, labu siam 0.03 persen l, sayuran buncis 0.03 persen, ikan ekor kuning 0.02 persen
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
Jelang HBKN Kadisperindag NTT Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengatakan Rapat Koordinasi dan Identifikasi Harga Bahan Pokok di Aula Hotel Sylvia pada Rabu (25/11/2020).
Rapat ini dipimpin oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Daerah Setda NTT, Ir. Samuel Rebo.
Kepala Disperindag NTT, M. Nasir Abdullah mengatakan, kondisi real pasar saat ini secara umum harga barang relatif stabil.
"Satu contoh riil bahwa ditahun lalu, harga bawang putih mencapai 105 ribu per kilogram namun tahun ini harga bawang putih yang ada di pasar Inpres 30 ribu rupiah dan baru naik 5 ribu rupiah, bulan lalu itu masih 25 ribu ribu.
Bawang merah cuma 25 ribu per kilogram dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun yang berbeda" kata Nasir.
Meski demikian, lanjut dia, harga telur saat ini bergejolak sementara gula pasir masih stabil karena ditahun lalu harganya mencapai 18 ribu hingga 19 ribu rupiah sedangkan saat ini berkisar 12 ribu rupiah.
Nasir mengatakan bahwa kondisi saat ini sebagian dipengaruhi oleh pandemi.
"Ketika permintaan itu meningkat, mau tidak mau dalam hukum Ekonomi itu akan terjadi pergeseran kenaikan, ini relatif aman. Tapi kami laporkan bahwa hampir semua stok bahan pokok atau bahan penting relatif stabil" ujarnya.
"Misalnya kalau di pasar tradisional minyak goreng Bimoli besarannya itu 30 ribu rupiah per dua kilo liter. Sedangkan di pasar modern cuma 25 ribu. Apa artinya? Pedagang - pedagang kita sedang mengambil kesempatan ketika ada permintaan yang tinggi. Namun kalau di pasar modern, apapun kondisinya standar harga yang ditetapkan adalah harga yang diputuskan secara nasional oleh perusahaan sehingga tidak cenderung naik" jelasnya.
Ketika barang tertentu diminta melebihi yang biasanya, akan ada spekulasi dari pedagang untuk menaikkan harga dalam rangka memperoleh keuntungan pada deadline waktu tertentu.
Nasir juga menyampaikan, meskipun Harga telur bergejolak namun tidak ada kekhawatiran karena dia yakin, pedagang atau distributor yang berani menyembunyikan, menyimpan atau menimbun karena masa penyimpanannya sangat pendek.
" Ditimbun 5 hari saja ada kecenderungan rugi karena pasti telurnya rusak sehingga kita lihat dari stok yang ada, baik yang ada di distributor maupun di pasar, kalaupun harga agak naik tapi saya yakin itu akan turun kembali karena orang akan takut tidak laku karena kecenderungan dia menahan harga barang tidak laku dan akan busuk" beber Nasir.
"Sehingga kami Dinas Perindag menganalisis bahwa kondisi menyambut natal 2020 dan tahun baru 2021 gejolak pasar tidak berpengaruh secara signifikan" tambahnya.
Khusus beras medium harga rata - rata sekitar 9 ribu sampai 9 ribu 6 ratus rupiah sehingga kalau ada beras yang datang dari Sulawesi Selatan, juga ikut menentukan kestabilan harga.
Untuk tepung terigu dan minyak goreng yang ada, lanjut Nasir, relatif sampai dengan empat bulan kedepan atau dua bulan ditahun 2021 masih sangat terkendali.
"Yang harus kita jaga betul itu adalah kemungkinan inflasi akan naik karena kontribusi inflasi itu datang dari telur yang hampir dipastikan sekitar 80 sampai 90 persen kebutuhan telur di NTT dipasok dari luar khususnya dari Pulau Jawa. Sedangkan telur lokal harganya jauh lebih murah" ujar Nasir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/rapat-koordinasi-dan-identifikasi-harga-bahan-pokok-menjelang-hbkn.jpg)