Breaking News:

Pasca Kasus Keracunan, Pemda TTS Segera Lakukan Sweeping Sembako, Info

aksi sweeping ini bisa diagendakan rutin minimal tiga bulan sekali. Hal ini penting untuk mencegah peredaran barang kadaluwarsa

Penulis: Dion Kota | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Bupati TTS, Egusem Piether Tahun 

Pasca Kasus Keracunan, Pemda TTS Segera Lakukan Sweeping Sembako

POS-KUPANG.COM | SOE - Merespon keracunan massal yang terjadi di Tetaf, Kecamatan Kuatnana, Pemda TTS berencana melakukan sweeping sembako, baik di kios, toko, maupun di pasar Mingguan. Sweeping ini menyasar barang sembako yang sudah kadaluwarsa.

" Kita akan bentuk tim dan lakukan sweeping sembako dengan sasaran barang kadaluwarsa. Sweeping ini tidak hanya akan dilakukan di Kota Soe, tapi juga akan menyasar pasar mingguan dan kios di pedesaan," ungkap Bupati TTS, Egusem Piether Tahun.

Dirinya menyebut ada oknum pedagang nakal yang memang sengaja menjual barang kadaluwarsa. 

" Ada juga pedagang nakal yang sudah tahu barang kadaluwarsa tapi masih dijual. Nanti saat petugas datang mau sweeping barang kadaluwarsa sengaja di sembunyikan. Kita akan berikan sangksi tegas untuk oknum pedagang seperti ini," ujarnya.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD TTS, Marthen Tualaka kepada POS-KUPANG.COM, Minggu (22/11/2020), menyambut baik rencana Pemda TTS untuk melakukan sweeping bahan makanan dan minuman yang sudah kadaluwarsa.

Namun dirinya berharap, aksi sweeping ini bisa diagendakan rutin minimal tiga bulan sekali. Hal ini penting untuk mencegah peredaran barang kadaluwarsa di Kabupaten TTS.

" Jangan sweeping ketika ada kasus. Harus agendakan rutin untuk mencegah barang kadaluwarsa beredar di masyarakat," pintanya.

Diberitakan sebelumnya, Perayaan hari ulang tahun (HUT) PAR GMIT Imanuel Kuatnana, Selasa (17/11/2020) berujung kasus keracunan massal. Usai menyantap makanan dan minuman yang disediakan panitia, para peserta mengalami gejalah mual-mual, sakit kepala, mencret hingga muntah. Para korban pun langsung dibawa ke Puskesmas Tetaf guna mendapatkan pertolongan medis.

Kadis Kesehatan Kabupaten TTS, dr. Irene Atte mengatakan, kasus keracunan massal ini bermula dari perayaan HUT PAR di lapangan Nekmese Kuatnana. Kegiatan tersebut mayoritas diikuti oleh anak-anak dan kaum remeja. Kegiatan awalnya berjalan dengan baik hingga santap bersama.

Baca juga: Posisi Start MotoGP Malam Ini, Lengkap Kualifikasi & Klasemen, Jadwal MotoGP 2020 Trans7 Terbaru

Baca juga: Pjs Bupati Sony Resmikan 30 Desa Persiapan di Kabupaten Manggarai, Info

Namun usai santap bersama, para peserta kegiatan mulai merasakan gejala keracunan.(Laporan Reporter Pos-Kupang. Com, Dion Kotan)
 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved