Breaking News:

Penjabat Bupati Sumba Barat Siap Terbitkan Perbup Perketat Pengawasan Prokes

Penjabat Bupati Sumba Barat siap terbitkan Perbup perketat pengawasan protokol kesehatan

POS-KUPANG.COM/Petrus Piter
Penjabat sementara Bupati Sumba Barat, Drs Semuel Pakereng, MSi bersama pimpinan OPD melakukan razia masker di Pasar Inpres Waikabubak juga gelar jumat bersih bersama dengan membersihkan pasar itu, Jumat (20/11/2020) 

Penjabat Bupati Sumba Barat siap terbitkan Perbup perketat pengawasan protokol kesehatan

POS-KUPANG.COM | WAIKABUBAK - Penjabat sementara Bupati Kabupaten Sumba Barat, Drs.Semuel Pakereng, MSi mengatakan dalam waktu dekat ini akan menerbitkan peraturan bupati ( Perbup) untuk mempertegas kembali pengetatan pengawasan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan.

Hal itu karena Kabupaten Sumba Barat kembali ke zona merah menyusul 6 warga Sumba Barat terkonfirmasi positip tertular virus corona berdasarkan hasil pemeriksaan sampel swab oleh laboratorium rumah sakit umum Prof.W.Z Yohanes Kupang tanggal 18 Nopember 2020.

Baca juga: Mertua Nikita Willy Sebut Kata Boros Saat Menantu Undang Chef Demi Makan Malam Spesial,Sindir Siapa?

Akhir-akhir ini, ampak warga Sumba Barat mulai longgar menerapkan protokol kesehatan. Misalnya banyak warga tidak memakai masker, terjadi kerumunan seperti pada acara pesta dan lain-lain. Padahal daerah ini masih terjadi pademi virus corona.

Karena itu, pemerintah daerah memandang penting untuk menerbitkan peraturan bupati demi memperketat perilaku masyarakat agar taat melaksanakan protokol kesehatan yakni selalu mencuci tangan memakai sabun, selalu memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan.

Baca juga: Tuba Helan : Mendagri Tidak Dapat Memberhentikan Kepala Daerah Karena Persoalan Covid-19

Pejabat Sementara Bupati Kaupaten Sumba Barat, Drs.Semuel Pakereng, MSi menyampaikan hal itu ketika diminta komentar tentang langkah yang diambil pemerintah daerah guna mencegah bertambahnya pasien positip virus corona di Sumba Barat khususnya dan NTT umumnya yang cenderung meningkat sebulan terakhir di Waikabubak, Sumba Barat, Jumat (20/11/2020).

Menurutnya dalam peraturan bupati itu akan mengatur tentang pembatasan terhadap jumlah orang yang hadir pada kegiatan tertentu tidak boleh lebih dari 50 orang. Khusus kegiatan pesta adat, pemerintah mengatur boleh hadir 75 orang sampai 100 orang.

Bila terjadi pelanggaran terhadap peraturan bupati tersebut maka tim satgas covid-19 Sumba Barat akan memberikan sanksi sesuai peraturan bupati tersebut yakni sanksi berupa denda administrasi antara Rp 50.000-Rp 100.000. Sedangkan sanksi lainnya berupa sanksi sosial seperti push up dan lain-lainnya. Langkah tegas pemerintah perlu diambil guna menyadarkan masyarakat agar taat melaksanakan protokol kesehatan didalam aktivitas kehidupan sehari-hari. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved