Terkait Guru Honorer Perbatasan, Anita Gah Minta Pemda Segera Usulkan

Anggota Komisi X DPR RI, Anita Jacoba Gah meminta pemerintah daerah agar segera mengusulkan data guru honorer

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
Anggota DPR RI Anita Jacoba Gah sedang mensosialisasikan 4 pilar kebangsaan kepada masyarakat penfui timur, di Gereja Nekmes Kaniti, Rabu (18/11/2020). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG-- Anggota Komisi X DPR RI, Anita Jacoba Gah meminta pemerintah daerah agar segera mengusulkan data guru honorer yang mengabdi di Daerah perbatasan kepada pemerintah pusat agar memperoleh tunjangan khusus.

"Saya minta perhatian kepada seluruh pemerintah daerah tolong usulkan seluruh guru honorer perbatasan itu, usulkan semuanya kepada pemerintah pusat," kata Anita Gah usai sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT, Rabu (18/11/2020).

Khusus untuk wilayah NTT, Anita Gah menyebutkan masih banyak kabupaten yang belum mengusulkan data guru honorer perbatasan kepada pemerintah pusat.

Baca juga: Lasmura NTT Fokus Pada Pembinaan Generasi Milenial

"Kemarin waktu saya ke Rote Ndao banyak persoalan karena mereka (guru honorer) tidak mendapat tunjangan perbatasan. Saya cari tahu ternyata dari pusat katakan pemerintah daerah yang tidak mengusulkan," ujar Anita Gah.

Menurut politisi partai Demokrat itu, pemerintah pusat telah menyurati seluruh pemerintah daerah dari tanggal 28 November untuk mengusulkan nama-nama guru honorer yang mengabdi di perbatasan.

Baca juga: DPRD TTS Sweeping Sembako

Ia juga menyebutkan, khusus wilayah NTT banyak sekali guru honorer di perbatasan yang terdeteksi memenuhi syarat untuk mendapatkan tunjangan khusus yang diberikan oleh pemerintah pusat melalui Kemendikbud.

"Padahal banyak sekali guru honorer kita di perbatasan yang memenuhi syarat untuk memperoleh tunjangan khusus itu. Namun sebagian saja yang diusulkan," kata Anita.

Karenanya, Ia mendorong pemerintah daerah agar segera mengusulkan seluruh tenaga pendidik di perbatasan kepada pemerintah pusat sehingga tidak menimbulkan kecemburuan antara sesama guru.

"Hal ini tidak boleh dibiarkan karena akan menimbulkan kecemburuan antar sesama guru honorer yang mengajar di wilayah perbatasan," kata Anita Gah

"Misalkan terdapat 300 guru honorer di perbatasan tapi yang diusulkan oleh pemda itu cuma puluhan, nah yang lainnya tidak dapat. Ini akan menimbulkan kecemburuan," sambungnya.

Anita Gah mengharapkan agar pemerintah daerah segera memanfaatkan kesempatan yang tersisa di akhir tahun ini untuk segera mengusulkan seluruh guru honorer di perbatasan.

Ia menyebut, meskipun tunjangan khusus itu besarnya hanya satu kali gaji tapi dapat membantu meringankan beban hidup para guru daerah perbatasan di NTT.

"Ya itu kenyataan yang saya dapatkan di Kabupaten Rote Ndao, mudah-mudahan di Kupang dan daerah lainnya di NTT dapat melihat ini. Saya harap agar seluruhnya segera diusulkan," tukas Anita Gah. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved