Pemprov NTT Merespons Hasil Penelitian BPTP NTT
Buktinya, Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat memasukan kajian-kajian teknologi pertanian itu dalam program kerjanya.
Penulis: Paul Burin | Editor: Rosalina Woso
Pemprov NTT Merespons Hasil Penelitian BPTP NTT
POS-KUPANG.COM| KUPANG - Hasil pengkajian dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Timur (BPTP NTT) mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT. Buktinya, Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat memasukan kajian-kajian teknologi pertanian itu dalam program kerjanya.
"Karena itu kami menyampaikan terima kasih kepada Pak Gubernur Viktor yang telah merespons hasil penelitian dan pengkajian BPTP NTT. Terus terang, baru gubernur yang satu ini menerima hasil kajian kami," kata Kepala BPTP NTT, Dr. Proculla Rudlof Matitaputty, S,Pt, M.Si saat melakukan diskusi terbatas dengan Pemimpin Perusahaan (PP) PT Timor Media Grafika (Harian Pagi Pos Kupang), Erniwaty Madjaga; Editor Paul Burin dan Marketing Tanto Bisinlisin di Kantor BPTP NTT di Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Selasa (17/11/2020). Hadir pula Kepala Sub Bagian (Kasubag) BPTP NTT, Christofel JB Sendow, S.St, M.Sc.
Rudy demikian panggilan Proculla Rudlof Matitaputy mengatakan, bentuk suport Gubernur Viktor, adalah menjadikan kajian-kajian BPTP untuk kemajuan pembangunan pertanian di NTT. Jika sejak dulu kajian seperti ini masuk dalam program kerja gubernur, kata dia, maka pembangunan pertanian sudah sangat maju. Tapi, kata dia, tak ada kata terlambat untuk memulai.
Rudy mengatakan, gubernur memasukannya dalam program kerja selama kepemimpinan sebagai hal yang sungguh positif. Para peneliti akan lebih giat bekerja lagi untuk melakukan kajian- kajian pertanian. Sejauh pengamatan Rudy, tingkat adopsi dari para petani terhadap hasil kajian ini cukup baik. Namun, di sisi lain, para petani masih mengalami kendala dana. Sebab penerapan teknologi ini membutuhkan kucuran dana.
Namun, Rudy sungguh yakin bahwa program ini akan sukses jika gubernur sudah memulainya. Melalui intervensi dana dari pemerintah para petani akan mengalami banyak kemajuan. Jika semua bupati dan walikota sepakat menerapkannya maka kesuksesan akan cepat diraih. Beberapa demplot atau lahan ujicoba teknologi pertanian yang dilakukan BPTP NTT ternyata sungguh bagus. Hanya saja saat ini tak berjalan lancar karena dampak dari Covid-19.
"Justru kita ditantang ketika musim panas areal pertanain yang menjadi demplot atau kebun percontohan bisa menghasilkan akan dinilai positif. Sebagai sebuah keberhasilan. Sebab itulah menjadi ukuran. Jika petani bisa berproduksi pada musim panas maka kita dianggap sukses," kata Kasubag Christofel JB Sendow, S.St, M.Sc.
Pemimpin Perusahaan PT Timor Media Grafika, Ernawaty Madjaga mengatakan, Pos Kupang sebagai media partner siap memberitakan berbagai hasil kajian dari BPTP NTT. Di setiap kabupaten kata dia, Pos Kupang memiliki wartawan yang siap untuk memberitakan berbagai kegiatan kajian dari BPTP NTT.
Nini, demikian panggilan Ernawaty Madjaga juga mengatakan, Pos Kupang yang merupakan Kelompok Tribun Network (Kelompok Kompas Gramedia) memiliki produk cetak dan online.
"Kalau online, Pos Kupang masuk dalam 10 besar dari 40-an online milik Tribun Network. Sedangkan Tribunnews.com menjadi website Indonesia nomor satu, menurut situs pemeringkat Alexa.com," kata Nini.
Baca juga: 17 Orang Terkonfirmasi Covid-19 di Klinik Pratama Undana
Baca juga: Gubernur Viktor : Jangan Hanya Bangun Gedung, Tapi Bangun Juga Roh Jemaatnya
Baca juga: Survei Kepuasan, 99,88 Persen Wajib Pajak Puas Layanan KPP Pratama Kupang
Baca juga: Kepala RST Wira Sakti Sebut Rapid Tes Bukan Indikasi Yang Mutlak
Nini juga menjelaskan Pos Kupang memiliki dua mesin cetak jarak jauh di Maumere dan Ruteng di Pulau Flores. Dua mesin cetak itu untuk meng-cover penyebaran koran di Flores hingga Kabupaten Lembata. Sedangkan mesin cetak di Kupang meng-cover distribusi koran di daratan Timor, Alor, Sabu dan Rote. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Burin)