China Ketar-ketir, Wanita Calon Menhan Amerika ini Ancam Tenggelamkan Semua Kapal China di LCS
elum juga menjadi pejabat militer di Amerika Serikat , Calon Menteri Pertahanan Amerika Serikat ini sudah mengancam akan menenggelamkan semua kapal Ch
China Ketar-ketir, Wanita Calon Menhan Amerika ini Ancam Tenggelamkan Semua Kapal China di LCS
POS KUPANG.COM -- Belum juga menjadi pejabat militer di Amerika Serikat , Calon Menteri Pertahanan Amerika Serikat ini sudah mengancam akan menenggelamkan semua kapal China di Laut China Selatan
Ancaman ini jelas membuat China ketar-ketir, karena selama ini belum pernah ada ancaman tegas dari Amerika semasa presiden Donald Trump
Posisi Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) kosong setelah Donald Trump memecat Mark Esper.
Namun Presiden AS terpilih, Joe Biden, dilaporkan sudah punya pengganti calon potensial Pimpinan Pentagon tersebut.
Dia adalah Michele Flournoy , yang sebelumnya seorang wakil menteri pertahanan dalam pemerintahan Obama
Baca juga: TERNYATA Nathalie Holscher Buat Perjanjian dengan Anak-anak Sule, Dilaksanakan Setelah Menikah
Baca juga: PERANG di Laut China Selatan Makin dekat, Calon Menhan AS Ancam Tenggelamkan Kapal Perang China
Baca juga: Anies Baswedan Diam, Rizieq Shihab Langgar Protokol Covid-19,Politikus PDIP:Hati Nakes Luluh Lantak
Baca juga: Prabowo Belum Puas Meski TNI Paling Kuat di Asia Tenggara, Menhan Incar Lagi Kapal Selam Canggih
Baca juga: Veronica Tan Lebih Bahagia Tapi Masih Simpan Foto Mantan Suami di Rumahnya, Padahal Pernah Difitnah
Hanya saja, masih berstatus calon Menteri Pertahanan di bawah pemerintahan Biden, Michele Flournoy sudah mengungkapkan perintahnya.
Di mana Flournoy sebelumnya menyarankan pasukan Amerika harus ditempatkan di Laut China Selatan untuk meningkatkan pencegahan.

Perairan yang diperebutkan itu telah menjadi pusat keterlibatan AS di Indo-Pasifik, dengan staf senior Presiden Donald Trump dan pejabat China memperdebatkan klaim "kedaulatan" di laut.
Dalam tulisannya di jurnal Foreign Affairs awal tahun ini, Flournoy menyerukan peningkatan kehadiran angkatan laut Amerika di Laut China Selatan.
Dia mengatakan bahwa Washington kehilangan kemampuan untuk melawan agresi militer Beijing di perairan yang diperebutkan.
Masih mengutip Express.co.uk, sebagai hasil dari keyakinan kuat yang dipegang Beijing tentang penurunan kekuatan AS, Flournoy mengusulkan bahwa AS harus meningkatkan pencegahan di wilayah tersebut untuk melawan stigma tersebut.
"Misalnya, jika militer AS memiliki kemampuan secara kredibel mengancam untuk menenggelamkan semua kapal militer, kapal selam, dan kapal dagang China di Laut China Selatan dalam waktu 72 jam."
"Para pemimpin China mungkin berpikir dua kali sebelum, katakanlah, meluncurkan sebuah blokade atau invasi Taiwan; mereka harus bertanya-tanya apakah layak mempertaruhkan seluruh armada mereka,” tulis Flournoy.
Baru-baru ini, dia juga menegaskan kembali sikap anti-China dan keinginannya untuk pertahanan Amerika yang lebih kuat di Indo-Pasifik.