Sering Cari Gara-gara dengan Indonesia, Lihat Perbandingan Militer TNI dengan  Malaysia

Bukan saja mengklaim wilayah di laut Ambalat , namun juga seenak jidat mengklaim kebudayaan Indonesia mulai dari tarian Reok Ponorogo hingga lagu Rasa

Editor: Alfred Dama
KOMPAS.com/ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Prajurit TNI AL di atas KRI Tjiptadi-381 saat mengikuti upacara Operasi Siaga Tempur Laut Natuna 2020 di Pelabuhan Pangkalan TNI AL Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (3/1/2020). 

Sering Cari Gara-gara dengan Indonesia, Lihat Perbandingan Militer TNI dengan  Malaysia
POS KUPANG.COM -- Malaysia merupakan negara serumpun dengan Indonesia , namun negara tetangga satu ini sering mencari gara-gara dengan Indonesia

Bukan saja mengklaim wilayah di laut Ambalat , namun juga seenak jidat mengklaim kebudayaan Indonesia mulai dari tarian Reok Ponorogo hingga lagu Rasa Sayang dari tanah Maluku

Lalu bagaimana perbandingan kekuatan militer Indonesia dan Mayalsia, dua negara bertetangga yang memiliki sejarah konfrontasi sengit?

Seperti diketahui, Indonesia dan Malaysia memiliki sejarah konfrontasi sengit meski tidak pernah terjadi peperangan besar.

Menelisik ke belakang, hal itu dipicu oleh rencana pembentukan Negara Federasi Malaysia pada tahun 1961.

Saat itu merupakan masa orde lama, pemerintahan Presiden Soekarno

Baca juga: Ini Deretatan Kasus yang Terkait Rizieq Shihab yang Jadi PR Polisi,Penodaan Agama hingga Chat Mesum

Baca juga: Bahaya RUU Larangan Minuman Beralkoho, Masyarakay yang Konsumsi bisa Masuk Penjara 2 Tahun

Baca juga: Teman Selebgram Rekan Awkarin Berinisial SS Ditangkap Polisi karena Penyalahgunaan Narkoba

Baca juga: Pernah Kawin Cerai, Kini Vikcy Prastyo Incar Janda Deddy Corbuzier untuk Jadi Kekasih, Kesempatan?

Melansir Kompas.com yang mengutip Sejarah Diplomasi di Indonesia (6/3/2020), saat itu Malaysia rencananya terbentuk dari Persekutuan Tanah Melayu, Singapura, Sarawak, Brunei, dan Sabah.

Presiden Soekarno menentangnya menganggap pembentukan Negara Federasi Malaysia adalah proyek neokolonialisme Inggris.

Soekarno khawatir kawasan Malaya akan jadi pangkalan militer Barat di Asia Tenggara . Menurut Soekarno , hal itu bisa mengganggu stabilitas di kawasan Asia Tenggara.

Selain Indonesia, Filipina juga tak setuju dengan berdirinya Negara Federasi Malaysia.

Kemudian, melalui konferensi Tingkat Menteri Luar Negeri di Manila, Filipina pada 7-11 Juni 1963, Menlu ketiga negara mencapai kesepakatan soal pembentukan Negera Federasi Malaysia. Ketegangan pun mereda.

Namun hubungan kembali memanas karena PM Tuanku Abdul Rahman menandatangani dokumen pembentukan negara federasi Malaysia dengan Inggris.

Naskah itu ditandatangani di London, Inggris pada 9 Juli 1963. Dalam naskah, disebut Negara Federasi Malaysia akan dibentuk pada 31 Agustus 1963, bertepatan dengan ulang tahun kemerdekaan Malaya yang ke-6.

Langkah Malaysia mengganggu hubungan ketiga negara dan rencana pertemuan puncak Konferensi Tingkat Tinggi di Manila pada pertengahan Juli 1963.

Namun tak berhenti di situ, Malaysia kembali melanggar kesepakatannya dengan Indonesia dan Filipina, tentang penyelesaian rencana pembentukan negara federasi Malaysia yang akan ditangani oleh PBB.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved