Breaking News:

Tabur Bunga di Makam Marilonga Pejuang Ende

Memperingati Hari Pahlawan Nasional 10 November Pemerintah Kabupaten Ende mengadakan upacara apel di lapangan Desa Watunggere Marilonga

POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Bupati Ende Djafar Achmad dan Dandim Ende Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna saat menabur bunga di makam Marilonga di Desa Watunggere Marilonga Ende, Selasa (10/11/2020). 

POS-KUPANG.COM | ENDE - Memperingati Hari Pahlawan Nasional, 10 November Pemerintah Kabupaten Ende mengadakan upacara apel di lapangan Desa Watunggere Marilonga, Kecamatan Detukeli.

Masih ada jejak sejarah perjuangan melawan penjajah di desa yang jauh dari Kota Ende itu, antara lain makam pejuang Ende, Marilonga, benteng Watunggere dan senjata tradisional yang digunakan Marilonga dan pasukannya melawan panjajah (1887-1907).

Bupati Ende Djafar Achmad, yang bertindak sebagai inspektur upacara, mengatakan, generasi muda Ende perlu memiliki semangat kepahlawanan sehingga mampu menghadapi dan memecahkan berbagai persoalan bangsa.

Baca juga: NEWS ANALYSIS Dr Ahmad Atang Pengamat Politik: Estimasi Partai Golkar Wajar

Ia mendorong masyarakat Kabupaten Ende agar sungguh menyadari dan tidak lupa bahwa di Ende ada pahlawan lokal. Selain Marilonga, juga Bharanuri. "Semoga semangat kepahlawanan tetap menyala dalam diri kita," kata Bupati Djafar.

Setelah upacara, didampingi Dandim 1602 Ende Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna bersama jajaran menabur bunga di makam Marilonga, tidak jauh dari tempat upacara. Tabur bunga disaksikan oleh warga setempat dan para keturunan Marilonga.

Baca juga: 25 Warga Rumang Lembata Dapat Sertifikat Tanah Gratis

Salah satu keturunan Marilonga, Yohakim Edyson Sera kepada POS-KUPANG.COM, menuturkan upacara peringatan hari pahlawan di makam Marilonga kali ini merupakan yang ketiga.

Edyson mengaku dirinya saat ini tengah merampungkan tulisannya tentang Marilonga. Pria yang akrab disapa Edon Marilonga ini, berharap Marilonga bisa dinobatkan sebagai pahlawan nasional.

"Tulisan saya, ada yang tulis tangan ada yang pakai ketik, sumbernya banyak. Dari keluarga keturunan-keturunan Marilonga, jadi kita kumpul saling melengkapi cerita lalu saya tulis," ungkapnya.

Edon mengatakan, jejak sejarah perjuangan Marilonga masih ada hingga saat ini, seperti senjata tradisional, benteng Watunggere dan makam Marilonga.

Benteng Watunggere pun tidak jauh dari kampung warga. Hanya kurang lebih 100 M, letaknya di ketinggian. Menurut Edon, itu bertujuan agar Marilonga dan pasukannya mudah memantau pergerakan penjajah. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved