Breaking News:

Satgas Gagalkan Penyelundupan Minyak Tanah

Personel Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif RK 744/SYB menggagalkan penyelundupan BBM jenis minyak tanah di Motaain

POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif RK 744/SYB menggalkan penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) jenis minyak tanah di wilayah perbatasan, tepatnya di Motaain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, NTT, Senin (9/11/2020) dini hari. 

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Personel Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif RK 744/SYB menggagalkan penyelundupan BBM jenis minyak tanah di Motaain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Senin (9/11/2020). Minyak tanah tersebut hendak diselundupkan ke Timor Leste.

Penggagalan penyelundupan minyak tanah dilakukan delapan personel Pos Motaain yang dipimpin Komandan Kompi Tempur 1, Subhan Hamran.

Dansatgas Yonif RK 744/SYB, Letkol (Inf) Alfat Denny Andrian menjelaskan, upaya penyelundupan minyak tanah dilakukan dua orang tak dikenal di sekitar pantai Atapupu.

Baca juga: 25 Warga Rumang Lembata Dapat Sertifikat Tanah Gratis

Menurut Dansatgas Alfat, kejadian bermula ketika pada Minggu (8/11), Dankipur 1 Lettu (Inf) Subhan Hamran memperoleh informasi dari Pasi Intel Lettu (Inf) Reza Satya Budhi bahwa akan ada aktifitas ilegal di sekitar pantai tepatnya di Co.1403-0920, yaitu Pantai Atapupu yang berjarak sekitar 3 km dari Pos Motaain.

Pada pukul 21.00 Wita, Subhan mengirimkan tiga anggotanya sebagai mata-mata atau Tim Aju untuk mengintai (infiltrasi) menuju titik koordinat yang dimaksud sekitar 300 meter dari Co.1403-0920.

Baca juga: Penjelasan Bupati Agas Andreas Usai Meresmikan Jembatan Wae Laku Hulu

Tim Aju tiba di lokasi, Senin dini hari. Tim melihat dan memantau ada aktifitas dua orang laki-laki dengan ciri-ciri, satu orang mengenakan baju hitam dan satunya lagi memakai baju abu-abu dengan celana gelap atau hitam. Keduanya sedang mengangkut jerigen menggunakan gerobak menuju arah pantai dan mengumpulkannya di dekat perahu.

Kemudian, tim mata-mata melaporkan kepada Dankipur 1, Subhan Hamran. Selanjutnya, Dankipur mendatangi lokasi tersebut bersama empat orang lainnya pada pukul 02.00 Wita. Saat tiba di TKP, aktivitas yang mencurigakan itu masih berlangsung.

Tanpa menunggu lama, Dankipur 1 segera memerintahkan anggotanya untuk melakukan penyergapan, namun karena faktor medan terbuka, kondisi medan yang berat dan saat itu cahaya bulan yang terang sehingga posisi personel terlihat dan diketahui oleh para pelaku.

Para pelaku yang menyadari posisi personel saat itu langsung melarikan diri menuju ke arah jalan dengan menggunakan sepeda motor tanpa berhasil membawa kembali jerigen yang telah dikumpulkannya di dekat perahu.

Dansatgas Alfat mengatakan, personel Satgas Pamtas berhasil mengamankan sejumlah jerigen berisi BBM sebanyak 300 liter dalam kemasan jeriken sebanyak 60 buah. Masing-masing jeriken berukuran lima liter.

Atas perintah atasan, lanjut Dansatgas Alfat, barang bukti minyak tanah dibawa ke Mako Satgas RI-RDTL Sektor Timur yang berlokasi di Umanen Kota Atambua menggunakan truk Satgas. Selanjutnya, permasalahan tersebut akan dikoordinasikan dengan Polres Belu untuk proses lebih lanjut.

Dansatgas Alfat memerintahkan seluruh jajaran Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur untuk memperketat kembali penjagaan dan melaksanakan patroli jalur tikus, baik jalur darat maupun jalur laut untuk mengantisipasi segala bentuk kegiatan illegal. (jen)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved