Wakasek Dianiyaya Orangtua Murid

BREAKING NEWS : Wakasek SMPN 6 Lembor Dianiaya Orang Tua Murid Hingga Babak Belur

Wakasek di SMPN 6 Lembor bernama Vincensius Ader (45), dianiaya di kediamannya di Desa Daleng, Kecamatan Lembor

Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
Dokumentasi keluarga korban untuk POS-KUPANG.COM.
Wakasek SMPN 6 Lembor, Vincensius Ader (45) saat berada di Mapolsek Lembor, Senin (9/11/2010). 

BREAKING NEWS : Wakasek SMPN 6 Lembor Dianiaya Orang Tua Murid Hingga Babak Belur

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO -- Seorang wakil kepala sekolah (wakasek) di Desa Daleng, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) dianiaya oknum orang tua murid hingga babak belur.

Ironisnya, Wakasek di SMPN 6 Lembor bernama Vincensius Ader (45), dianiaya di kediamannya di Desa Daleng, Kecamatan Lembor pada Senin (9/11/2020).

Guru berstatus PNS di sekolah tersebut, harus menahan sakit di tubuhnya dan luka memar di bagian kepala akibat dianiaya pelaku yang berumur sekitar 50 tahun berinisial DD.

"Kejadian ini bermula saat keluarga kami Vincensius, memberikan tindakan pembinaan disiplin terhadap siswa yang rambutnya panjang. Adapun bentuk pembinaan tersebut, memangkas rambut sejumlah siswa laki-laki yang rambutnya panjang karena tidak mengindahkan aturan sekolah," tutur seorang keluarga korban, NA (38), saat dikonfirmasi, Minggu (10/11/2020).

Dikatakannya, tindakan memotong rambut oleh pihak sekolah tersebut merupakan tindakan pembinaan terhadap anak murid, agar rambut mereka hingga tampak rapi dan tertib.

Sebelumnya, terlebih dahulu pihak sekolah telah memberitahukan kepada para murid agar merapikan rambut. 

Terlebih karena pandemi Covid-19 selama ini, tidak ada pembelajaran tatap muka dan rambut dari banyak siswa laki-laki yang memanjangkan rambut.

Namun demikian, perlakuan Vinsen menggunting rambut siswa itu, tidak diterima oleh salah satu orang tua murid yang yakni DD.

Selanjutnya, pelaku bersama anaknya mendatangi kediaman Vincensius sekitar pukul 12.15 Wita.

Saat itu, korban yang masih mengenakan seragam ASN bersama rekannya di dalam rumah.

Pelaku langsung mendatangi korban dan melakukan penganiayaan. Korban dipukul pada area muka sembari dicaci maki oleh pelaku.

Kejadian tersebut sontak membuat kaget seisi rumah. Istri dan kedua korban pun histeris saat menyaksikan Vincensius dianiaya.

Setelah puas menganiaya korban, pelaku pun pulang menggunakan sepeda motor yang terparkir di depan rumah korban.

"Saya sekalu keluarga korban mengecam atas tindakan pelaku. Apa lagi tindakan pemukulan tersebut terjadi di rumah korban dan disaksikan oleh istri, anak-anak dan teman guru korban," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved