Realisasi TJPS NTT Baru Mencapai 1732 Hektar

Hingga 30 September 2020, realisasi Program Tanam Jagung Panen Sapi ( TJPS) di NTT baru mencapai 1732 hektar dari target 10000 hektar

Penulis: F Mariana Nuka | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Intan Nuka
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli saat ditemui POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya, Senin (9/11/2020). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Hingga 30 September 2020, realisasi Program Tanam Jagung Panen Sapi ( TJPS) di NTT baru mencapai 1732 hektar dari target 10000 hektar. Program TJPS ini dibagi menjadi dua tahap, yakni tahap satu musim tanam II (bulan April-September) dan tahap dua musim tanam I (bulan Oktober-Maret). Dari jumlah realisasi di musim tanam II itu telah terpanen 332-an hektar.

"Musim tanam II itu kan sama dengan menanam di musim kemarau. Realisasi tanam sampai 30 September itu seluas 1732 hektar. Sisanya sekitar 8000-an hektar itu kita tanam di musim tanam I," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli kepada POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya, Senin (9/11/2020).

Baca juga: Komisi IV Panggilan Dinas Kesehatan, RSUD SoE dan BPBD Terkait Pemakaman Korban Covid-19

Diakuinya, ada tiga masalah yang menjadi penyebab belum terealisasinya program TJPS itu, yakni air, hama penyakit, dan gangguan ternak. Air sendiri masih menjadi faktor paling dominan dari masalah yang harus dihadapi oleh para petani. "Keterbatasan air. Kemarin itu, ada yang menurut kebiasaan petani sumurnya tidak kering. Tapi, ternyata pada puncak musim kemarau kemarin sumur itu kering. Jadi, jagung yang berada di masa pertumbuhan sudah tidak bisa kita pertahankan, karena tidak ada air," jelas Lecky.

Namun, ia menambahkan bahwa musim tanam I yakni di musim penghujan ini tidak lagi menjadi tantangan bagi petani untuk mendapatkan air. Pihak dinas pun akan mulai menyalurkan benih, pupuk, obat, kemudian mengawal program ini hingga panen nantinya.

Baca juga: Transmisi Lokal Kasus Covid-19 Kota Kupang Melonjak Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore Bereaksi

"Pastinya 10.000 hektar ini tertanam semua. Dari sisi hasil juga kita telah kerja sama dengan off-taker pembeli jagung, yang akan membeli jagung dengan harga Rp3.200 per kg. Praktis petani tidak perlu bawa lagi untuk jual dimana-mana, karena dia tinggal kumpul, nanti sepakat ambil dimana, timbang, dan sisanya transfer melalui bank," ujar Lecky.

"Dari pendapatan itu, nanti untuk petani yang bersangkutan dan kita sisihkan untuk ternak," Lecky menambahkan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved