Berita Maumere Terkini
Sabinus : Kami Berkomitmen Universitas Nusa Nipa Lahirkan Lulusan Unggul dan Berdaya saing
Kampus Oranye Universitas Nusa Nipa dalam rangka wisuda Sarjana Angkatan XII meski situasi hingga saat ini tetap mematuhi protokol kesehatan aki
Penulis: Aris Ninu | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu
POS-KUPANG.COM / MAUMERE-Drs.Sabinus Nabu, Ketua Badan Penyelenggara Pendidikan Tinggi Nusa Nipa dalam sambutannya saat wisuda 322 mahasiswa dan diploma Universitas Nusa Nipa Indonesia, Sabtu (7/11/2020) siang menjelaskan, Kampus Oranye Universitas Nusa Nipa dalam rangka wisuda Sarjana Angkatan XII meski situasi hingga saat ini tetap mematuhi protokol kesehatan akibat Pandemi Covid-19.
“Di masa Pandemi Covid-19, sejumlah tantangan dihadapi termasuk di dunia pendidikan. Terjadi perubahan yang cepat dan masif dalam metode pembelajaran. Pembelajaran bauran atau blended learning yang artinyaPola tatap muka dan “daring” atau dalam jaringan berbasis internet. Sebagai Ketua Badan Penyelenggara, kami telah merespon secara cepat dan tepat situasi di awal Pandemi Covid-19.
Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa memberikan bantuan kuota internet kepada para mahasiswa agar aktivitas pembelajaran terus berlangsung.
Yayasan juga mendorong pihak Universitas Nusa Nipa untuk secara rasional dan inovatif mengembangkan metode dan pola pembelajaran. Sebab kami berkeyakinan bahwa Universitas Nusa Nipa mampu menghadapi situasi Pandemi Covid-19 bahkan tidak kecil juga partisipasi kampus dalam diri dosen dan mahasiswa untuk terlibat baik dalam tim relawan maupun tim gugus tugas penanggulangan Covid-19 yang dibentuk secara resmi oleh pemerintah,” ujar Sabinus dalam sambutannya yang diperoleh POS-KUPANG.COM dari Panitia Wisuda.
Karena itu,kata Sabinus, tema besar Wisuda kali ini adalah “Membangun Manusia Berkarakter dan Tangguh untuk Indonesia Maju”, yayasan selaku Badan Penyelenggara Universitas Nusa Nipa berkomitmen agar Universitas Nusa Nipa dari waktu ke waktu terus melahirkan lulusan yang unggul dan berdaya saing.
Lulusan yang memiliki karakter, religius, setia kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI dan mampu hidup dalam ke-Bhineka Tunggal Ika-an. Dengan demikian lulusan Universitas Nusa Nipa adalah pribadi-pribadi yang tangguh dan bermutu untuk boleh berkiprah untuk kemajuan Nian Tanah dan Tanah Tumpah Darah Indonesia,” ujar Sabinus.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat atas kelulusan putra-putri terbaik. “Kamu semua beruntung untuk awal yang baru dalam hidup. Semoga kamu mencapai semua tujuan dan cita-citamu,” papar Sabinus.
Ia berkeyakinan kalau wisuda adalah momen yang cukup menyenangkan dan membuat semua terutama orang tua/wali menjadi bangga bercampur haru. Sebab untuk meraihnya, membutuhkan banyak perjuangan dan pengorbanan.Kerja keras yang sudah dilakukan tidak harus menjadi sebuah akhir dari segalanya.
“Kamu harus terus belajar dan terus bekerja lebih keras daripada sebelumnya untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik. Selamat atas prestasi akademis anda, wisuda adalah acara yang tak terlupakan bagi Anda dan orang yang Anda cintai. Selamat merayakan pencapaian besar ini.
Sebagai Ketua Badan Penyelenggara, kami merasa bangga dan senang karena kamu sudah mendapat sesuatu yang kamu cita-citakan. Teruslah belajar dan mudah-mudahan kamu akan sukses juga dalam melewati bab berikutnya dari hidup Kamu. Hal ini sesuai dengan motto Kampus ini : Non ScholaesedVitaeDiscimus. Kita belajar bukan hanya untuk sekolah, melainkan juga untuk hidup,” papar Sabinus.
Ia menjelaskan, setiap lulusan dari Universitas Nusa Nipa harus mampu berkiprah bagi kemajuan masyarakat bangsa dan negara ini. Untuk itu, pada kesempatan yang berbahagia ini, Sabinus mengutip 6 (enam) butir pesan Kanselir Jerman Angela Merkel, dalam pidatonya di hadapan para lulusan Harvard University :
1. "Pull down the walls of ignorance and narrow-mindedness, because nothing has to stay as itis."
Artinya: "Runtuhkan tembok kebodohan dan kesempitan, karena tidak ada yang harus tetap seperti itu."
2. "Act together – in the interests of a multilateral and global world."
Artinya: "Bertindak bersama - untuk kepentingan multilateral dan dunia global."
3. "Keep asking yourself - Am I doing this because it is right or only because it is possible?"
Artinya: "Teruslah bertanya pada diri sendiri - Apakah saya melakukan ini karena itu benar atau hanya karena mungkin?"
4. "Don’t forget, freedom can never be taken for granted."
Artinya: "Jangan lupa, kebebasan tidak pernah bisa diterima begitu saja."
5. "Surprise yourself with what is possible."
Artinya: "Kejutkan dirimu dengan apa yang mungkin."
6. "Remember, openness always means risks. To begin something new you need to let go of the old. And most of all, nothing should be taken for granted, everything is possible."
Artinya: "Ingat, keterbukaan selalu berarti risiko. Untuk memulai sesuatu yang baru, Anda harus melepaskan yang lama. Dan yang terpenting, tidak ada yang bisa dianggap remeh, semuanya mungkin."
Sebagai Ketua Badan Penyelenggara, ia juga berpesan kepada para lulusan Universitas Nusa Nipa, pertama, percayalah pada diri sendiri. Percayalah bahwa masa depan selalu bisa lebih baik.
Anda tidak akan pernah menyesal bepergian, belajar dan berbagi kebenaran dan bakat anda dengan seluruh dunia. Mulai sekarang, kesuksesan tidak akan semudah didefinisikan. Ingatlah agar anda dapat terbuka kepada orang lain.
Dan terimalah peran dan peluang dalam hidup anda. Kedua, sebelum anda pergi, renungkan dukungan yang telah anda dapatkan juga pengorbanan yang telah dilakukan oleh semua orang yang luar biasa ini. Mereka telah membuat Anda dapat memiliki pengalaman yang tak terlupakan di sini, di UNIPA
. Hari ini adalah hari untuk menghormati mereka dengan kegembiraan Anda. Mereka telah membantu Anda mendapatkan pengalaman ini. Itu salah satu yang tidak akan pernah Anda lupakan, yang akan selalu Anda ingat. Ketiga, Di era saat ini jenis pekerjaan dan peran sumber daya manusia senantiasa berubah. Saudara dituntut untuk peka terhadap perubahan dan peluang yang ditawarkan karena yang cepat akan mengalahkan yang lamban, dan yang inovatif akan mengalahkan yang statis.
“Pada tahun ini, ketika kita sedang menghadapi situasi Pandemi Covid-19, Badan Penyelenggara, Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa telah menjadi inisiator Program Pendidikan Berkelanjutan bagi para dosen dan lulusan Universitas Nusa Nipa,” tuturnya.
Program pendidikan berkelanjutan ini, jelas Sabinus, bukan tanpa dasar. Gagasan strategis ini bertumpuh pada konsep long lifeeducation. Program pendidikan untuk level S3 (Doktoral), S2 (Magister) dan Pendidikan Profesi Akuntan yang diselenggarakan dalam kerjasama antara Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa sebagai Badan Penyelenggara Universitas Nusa Nipa dengan Yayasan Perpendiknas dan STIESIA Surabaya merupakan suatu bentuk inovasi dalam menyikapi kebutuhan akan tenaga profesional yang berkualitas di tengah situasi Pandemi Covid-19 ini. “Kondisi dapat dipandang sebagai suatu berkat terselubung atau blessing in disguise bagi para kandidat doktor dan magister serta calon akuntan publik
.Keputusan untuk menyelenggarakan program pendidikan berkelanjutan ini memiliki relevansinya dengan perspektif pendidikan berkelanjutan yang dikembangkan oleh UNESCO (United NationsEducational, ScientificandCulturalOrganizat ion). UshioMiura adalah seorang spesialis dari UNESCO mengatakan bahwa pendidikan harus mampu mentransformasikan skill dan pemikiran yang berorientasi pada problem solving.
Para mahasiswa perlu memiliki rasa ingin tahu (howtoknow), ingin melakukan (howtodo), dan ingin belajar untuk mentransformasikan diri bersama masyarakat (howtolearnandtolivetogether), ” ungkap Sabinus.
Saat ini, lanjutnya, di angkatan pertama ini, terdapat 8 orang peserta Program Doktoral (S3), 29 orang peserta Program Magister dan 7 orang peserta Program Pendidikan Profesi. Mereka semua telah menyatakan diri siap mengikuti program studi lanjut ini hingga meraih gelar doktor, magister dan akuntan yang profesional.
“Sebagai Ketua Badan Penyelenggara, saya terus berharap dalam doa dan kerja keras dam kerja cerdas agarUniversitas Nusa Nipa terus berkembang maju dan bersaing secara sehat dengan mengedepankan kualitas pelayanan pendidikan tinggi yang prima dan taat asas. Dan tentunya pada saatnya menjadi Universitas Negeri Nusa Nipa,” papar Sabinus.(ris)
Baca juga: Adalah Keputusan Terberat, Petarung MMA Khabib Nurmagomedov Akui Pensiun dari UFC, Simak INFO
