Cegah Stunting, Bidang Bina PAUD dan PNF Dinas PKO TTU Gelar Workshop

Cegah stunting, Bidang Bina PAUD dan PNF Dinas PKO Kabupaten TTU Gelar Workshop

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Para peserta saat mengikuti kegiatan workshop penanganan stunting di Aula Hotel Ariesta, Jumat (6/11/2020). 

Cegah stunting, Bidang Bina PAUD dan PNF Dinas PKO Kabupaten TTU Gelar Workshop

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Dalam upaya penanganan dan pencegahan stunting, pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara ( TTU) melalui Bidang Bina Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD) dan Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga ( Dinas PKO) setempat menggelar Workshop pencegahan stunting.

Kegiatan tersebut dapat dilaksanakan berkat bantuan kemitraan pemerintah daerah dengan Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (BP PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (DIKMAS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan Dinas PKO Kabupaten TTU.

Kegiatan workshop tersebut dilaksanakan di Aula Lantai 2 Hotel Ariesta Jl. Basuki Rahmat No. 29, Kelurahan Kefamenanu Tengah, Kecamatan Kota Kefamenanu Kabupaten TTU, Jumat (6/12/2020).

Baca juga: Ruben Onsu Pajang Wajah Penghina Betrand Peto, Katai Betrand Dekil Pengamen: Perjuangan Macam Apa?

Peserta dalam workshop pencegahan stunting tersebut berasal dari 25 desa yang menjadi lokus stunting, dimana sasarannya kepada 25 orang pendidik PAUD dan 25 orang tua murid.

Kegiatan yang memperhatikan penerapan protokol kesehatan itu dibuka langsung oleh Asisten Tata Praja Sekretariat Daerah Kabupaten TTU, Yosef Kuabib, S.Sos.

Baca juga: TERUNGKAP di BAP! Ternyata Jenderal Napoleon Minta Uang Rp 7 Miliar Untuk Petinggi Kita, Oh Ya?

Tampil sebagai pemateri dalam kegiatan workshop tersebut yakni Kepala Dinas Kesehatan, Thomas Laka dengan materinya "Strategi Pencegahan Stunting", Plt. Kepala Dinas PKO, Yosef Mokos dengan materi "Kebijakan Dinas Pendidikan Dalam Menangani Stunting", Yosefina Nainatu dengan materinya
"Stimulan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan dalam Mencegah dan Menangani Stunting Bagi Anak Usia Dini", dan Yasinta Sba'at dengan materinya "Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI)".

Usai kegiatan workshop, Kepala Bidang Bina PAUD dan PNF, Dinas PKO TTU, Maria Ermalinda Kono mengatakan bahwa, peserta dalam kegiatan workshop pencegahan dan penanganan stunting tersebut berasal dari desa yang selama ini menjadi lokus stunting.

"Terkait kegiatan hari ini, kita menggelar kegiatan workshop untuk pencegahan stunting kepada guru-guru PAUD dengan orangtua murid yang berasal dari desa-desa lokus stunting yang sebelumnya kita sudah berkoordinasi dengan dinas kesehatan," jelasnya.

Ermalinda menjelaskan bahwa, sebenarnya banyak sektor yang bertanggungjawab dalam upaya penanganan masalah stunting, namun Dinas Pendidikan juga mempunyai kewenangan untuk membantu menangani masalah tersebut.

"Jadi kami dari dinas pendidikan memiliki wewenang dan tanggung jawab untuk bagaimana memberi pemahaman dan pengetahuan SDM kepada guru-guru dan orangtua terkhususnya," ujarnya.

Ermalinda melanjutkan bahwa, kegiatan workshop penanganan stunting tersebut dilakukan supaya dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada guru dan orangtua tentang pentingnya mencegah stunting sejak dini.

"Karena masih ada yang kurang informasi terhadap pencegahan stunting. Hal ini yang disebabkan oleh kurangnya akses media atau kurangnya referensi membaca sehingga masih ada yang belum mengetahui bahaya dari stunting," ungkapnya.

Ermalinda berharap, supaya pendidik yang sudah mengikuti kegiatan workshop pencegahan stunting tersebut bisa memberikan pemahaman kepada para orang tua karena untuk mencegah stunting dibutuhkan peran aktif dari orang tua. Selain itu, harus adanya satu kerjasama, baik itu para pendidik orangtua murid, dan juga pihak kesehatan.

"Kami juga berharap agar setelah kegiatan ini, guru-guru lebih banyak lagi mensosialisasikan bahaya dari stunting melalui sekolah parenting dan pertemuan-pertemuan dengan orangtua, sehingga kedepan angka stunting di daerah akan berkurang. Karena itu, kita butuh kerjasama antara lembaga, orang tua dan pihak kesehatan," harapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved