Berita TTU Terkini
Ketua BPD Bitefa-TTU Akui Sumur Bor di Puskesmas Bitefa Mubasir
BPD) Bitefa, Mikhael Bana mengakui bahwa proyek sumur bor tersebut tidak dapat dimanfaatkan sama sekali sejak dibang
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi
POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bitefa, Mikhael Bana mengakui bahwa proyek sumur bor tersebut tidak dapat dimanfaatkan sama sekali sejak dibangun pada tahun 2019 yang lalu.
Menurutnya, tidak dapat dimanfaatkan sumur bor tersebut lantaran sejak dibangun tidak ada air di dalam sumur bor, sehingga tidak dapat dimanfaatkan sama sekali hingga saat ini.
"Kami tidak tau pasti apakah ada air atau tidak, tetapi sejak dibangun sampai dengan saat ini belum bisa digunakan sama sekali. Kebetulan kita tinggal di puskesmas sehingga kami di puskesmas alami kesulitan air bersih," ujar Mikael keppada Pos Kupang, Kamis (5/11/2020).
Mikael mengungkapkan, karena sumur bor tersebut belum dapat digunakan, pihaknya mengalami kesulitan air bersih. Selain itu pihak Puskesmas juga mengambil air di sumber air yang sama dengan warga.
"Kadang sering terjadi keributan antara warga dan pihak puskesmas karena di belakang puskesmas ada sumber air umum, jadi kita alirkan satu pipa ke puskesmas. Itu juga kita diprotes oleh masyarakat dan sempat ribut. Karena masyarakat tahu di Puskesmas ada sumur kenapa tidak difungsikan," ungkapnya.
Mikael menambahkan, pihaknya tidak tahu mau mengadu kemana terkait dengan masalah tersebut. Namun pihainya hanya ingin agar tidak terjadi keributan kecil antara warga dengan pihak puskesmas.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Bitefa, Aloysius Freitis, enggan berkomentar saat ditanyai terkait kendala yang dialami sehingga sumur bor tersebut belum digunakan. Ia meminta media ini langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten TTU.
"Minta maaf mungkin langsung tanya ke kepala dinas saja. Saya menghargai kepala dinas sebagai pimpinan tertinggi," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, proyek sumur bor yang ada di Puskesmas Bitefa, di Desa Bitefa, Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mubasir. Pasalnya, proyek yang dikerjakan pada tahun 2019 lalu tersebut belum dapat digunakan hingga saat ini.
Salah seorang warga di Desa Bitefa, Yohanes Naihati mengaku, proyek sumur bor di Puskesmas Bitefa dilaksanakan pada tahun 2019 lalu. Namun sampai sekarang sumur tersebut tidak digunakan karena tidak ada air.
Dijelaskan Yohanes, semua fasilitas seperti meteran listrik sudah terpasang, namun sumur bor yang semulanya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih di Puskesmas Bitefa tersebut tetapi hingga kini belum menghasilkan air bersih.
"Sumur itu sama sekali tidak digunakan jadi dianggap mubasir. Untuk kebutuhan air bersih mereka ambil dari lokasi air umum warga di belakang Puskesmas yang sudah ada dari dulu. Air itu sebenarnya diperuntukkan kepada masyarakat tetapi mereka sabotase," ungkap Yohanes kepada Pos Kupang, Kamis (5/11/2020).
Yohanes mengatakan, karena sumur bor tersebut belum dapat menghasilkan air bersih, pihak puskesmas terpaksa mengambil sumber air milik warga sekitar. Bahkan, kata Yohanes, ada oknum pegawai puskesmas nakal yang sering memutuskan sambungan air ke rumah-rumah warga dan memfokuskan aliran air ke Puskesmas.
"Jadi kadang warga kesulitan karena air dialirkan ke Puskesmas lalu aliran menuju warga kemudian diputuskan. Kami minta pekerjaan ini perlu diselidiki aparat penegak hukum," tegasnya.