Breaking News:

Salam Pos Kupang

Bebaskan NTT dari DBD

Di tengah kosentrasi pemerintah dan seluruh masyarakat terhadap pandemi Covid-19, kita juga perlu mewaspadai demam berdarah dengue ( DBD)

Bebaskan NTT dari DBD
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - Di tengah kosentrasi pemerintah dan seluruh masyarakat terhadap pandemi Covid-19, kita juga perlu mewaspadai demam berdarah dengue ( DBD), di saat daerah ini mulai memasuki musim hujan.

DBD biasanya muncul pada pertengahan musim hujan, karena itu kita perlu mengantisipasi dengan menjaga kebersihan lingkungan.

Masyarakat di tingkat Rukun Warga (RT) harus digerakan untuk bergotong-royong membersihkan lingkungan. Masing-masing keluarga juga harus terus memperhatikan kebersihan lingkungan dengan menguras dan membersihkan tempat penampung air seperti bak mandi, tempayan dan lain-lain sebagai sarang nyamuk DBD.

Baca juga: Politik Keberpihakan ala Rashford

Bagi ibu-ibu pencinta bunga harus selalu memastikan tidak ada genangan air pada pot bunga.

Pada awal tahun 2019 terjadi KLB DBD dengan peningkatan yang tertinggi di beberapa provinsi di Indonesia dan NTT merupakan salah satu provinsi yang korban DBD termasuk tinggi.

Akibatnya NTT dinyatakan sebagai provinsi KLB dengan wilayah penyumbang terbesar adalah Labuan Bajo, ibukota Kabupaten Manggarai Barat.

Baca juga: Intensitas Hujan Rendah, Warga Dusun Beno Tidak Mandi Empat Bulan

Pada periode Februari-Maret tahun 2020, di Kabupaten Sikka terjadi KLB DBD hingga Menteri Kesehatan Terawan turun langsung ke Maumere. Kita berharap memasuki musim hujan tahun ini, NTT bisa bebas dari DBD, minimal tidak masuk dalam wilayah KLB.

Apa kiat untuk mencegah tersebarnya DBD? Kementerian Kesehatan mengingatkan, serangan penyakit DBD dapat dicegah dengan menjaga kebersihan lingkungan di dalam rumah maupun di luar rumah, dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus.

Aksi yang paling pertama harus dilakukan yakni menguras, membersihkan tempat yang sering dijadikan penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain.

Aksi berikutnya menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya serta memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

Selain itu, kita juga perlu melakukan kegiatan pencegahan lain seperti menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk dan menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah dan menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

Mari kita jaga kesehatan dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan demam berdarah serta aktif untuk bergotong -royong melakukan langkah-langkah pencegahan penularan penyakit DBD.Kita patut menanamkan tekad menjadikan NTT bebas dari KLB DBD. (*)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved