Demo Ke DPRD SBD, Masyarakat Anti Kekerasan Ajak Dewan Kawal Penanganan Kasus Mario Marsi Nariti
Demo ke DPRD Sumba Barat Daya, masyarakat anti kekerasan ajak Dewan kawal penanganan kasus Mario Marsi Nariti sampai tuntas
Penulis: Petrus Piter | Editor: Kanis Jehola
Demo ke DPRD Sumba Barat Daya, masyarakat anti kekerasan ajak Dewan kawal penanganan kasus Mario Marsi Nariti sampai tuntas
POS-KUPANG.COM |TAMBOLAKA---Puluhan masyarakat Sumba Barat Daya yang tergabung dalam gerakan masyarakat anti kekerasan atau Germas melakukan aksi demonstrasi ke DPRD Sumba Barat Daya, Selasa (3/11/2020) siang untuk mengajak bapa mama dewan Sumba Barat Daya bersama-sama mengkawal proses penanganan kasus penganiayaan Mario Marsi Nariti sampai tuntas.
Sesaat sebelumnya puluhan masa anti kekerasan itu menggelar aksi demonstrasi di kantor Polres Sumba Barat Daya mendesak Polres segera menuntaskan kasus penganiayaan Mario yang menghebohkan warga.
Baca juga: Kepala BPBD Kota Kupang Minta Masyarakat Pahami Soal Penyaluran Air Bersih Gratis
Saat ini, kasus tersebut sedang ditangani Polres Sumba Barat Daya dengan satu permintaan kami adalah Polres SBD harus memproses hukum terhadap semua pihak yang diduga terlibat pada aksi penganiayaan yang menggemparkan jagat media sosial selama beberapa pekan terakhir ini.
Karenanya dukungan bapa mama dewan sangat penting bagi kepolisian menangani kasus itu sampai tuntas.
Demikian disampaikan Titus Kura dan Aleks Lero dalam orasinya secara bergantian ketika menggelar aksi demo di kantor DPRD Sumba Barat Daya, Selasa (3/11/2020). Mereka meminta lembaga DPRD Sumba Barat Daya bersuara memperjuangan nasib warga kecil SBD yang tertindas. Sebagai wakil rakyat SBD harus bersuara karena suara orang kecil tak berdaya itulah yang mengantar bapa mama duduk dilembaga terhormat DPRD SBD.
Baca juga: Calon Bupati Belu, Agus Taolin Tawarkan Program Kesehatan Gratis
Karenanya, lihatkan rakyatmu dan sesering mungkin turun ke masyarakat maka akan mengetahui secara riil kondisi kehidupan masyarakatnya.
Nampak Ketua DPRD SBD, Rudolf Radu Holo bersama dua wakil ketua DPRD dan anggota DPRD SBD lainnya menyimak dengan cermat orasi-orasi yang disampaikan peserta demonstrans.
Menanggqpi aksi itu, Ketua DPRD SBD, Rudolf Radu Holo dihadapan demonstran menyatakan siap menerima penyampaian aspirasi itu.. sejatinya lembaga DPRD SBD juga adalah lembaga anti kekerasan.
Karena itu ia meminta para demonstran melakukan aksi dengan damai dan tidak melakukan pengurasakan. Secara kelembagaan pihaknya juga meminta Polres Sumba Barat Daya mengusut tuntas kasus itu secepatnya.
Ia juga mempersilahkan polres SBD memproses hukum semua pihak yang diduga terlibat pada kasus pidana penganiayaan itu sesuai hukum yang berlaku. Namun dalam perjalanan penanganan perkara ternyata ada pihak tertentu tidak terlibat pada kasus penganiayaan maka pihaknya juga meminta Polres SBD tidak memprosesnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)