Gara-gara Viral di Medsos, Pantai Pahang Waq Lembata 'Diserbu' Sampah Plastik

Gara-gara viral di media sosial, Pantai Pahang Waq Lembata 'diserbu' sampah plastik

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
zoom-inlihat foto Gara-gara Viral di Medsos, Pantai Pahang Waq Lembata 'Diserbu' Sampah Plastik
Dokumen Pribadi Pemuda Atuwalupang Alias Fals
Pemandangan Pantai Toro atau juga dikenal dengan nama Pantai Pahang Waq atau Pantai Wuoq yang berada di antara desa Bean dan Tobotani Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata, akhir-akhir ini menjadi satu-satunya tujuan wisata paling diburu di Kabupaten Lembata.

Gara-gara viral di media sosial, Pantai Pahang Waq Lembata 'diserbu' sampah plastik

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Pantai Toro atau juga dikenal dengan nama Pantai Pahang Waq atau Pantai Wuoq yang berada di antara Desa Bean dan Tobotani Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata, akhir-akhir ini menjadi satu-satunya tujuan wisata paling diburu di Kabupaten Lembata.

Pantai dengan pemandangan bukit berbatu yang eksotis itu awalnya viral di media sosial dan diklaim sebagai 'surga tersembunyi' yang baru ditemukan di Kabupaten Lembata.

Dalam sekejap, sudah puluhan bahkan ratusan pengunjung mendatangi Pantai Toro dan mengabadikan momen terbaik di sana.

Baca juga: Bupati Gidion Siap Tindak ASN, Kemendagri Tegur 67 Kepala Daerah

Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak remaja dan kaum muda. Peningkatan kunjungan wisatawan lokal ini terjadi saat liburan panjang pada akhir Oktober 2020 kali ini.

Sayangnya, kedatangan para wisatawan ini tak diiringi dengan etika berwisata yang baik. Akibatnya, Pantai Toro atau Pantai Pahang Waq kini perlahan mulai 'diserbu' sampah plastik yang dibawa para pengunjung. Ini seolah bencana yang tak dikehendaki sama sekali.

Angel Wullo, yang datang ke Pantai Toro pada Kamis (29/10/2020) kemarin memberi kesaksikan kepada Pos Kupang bahwa sampah plastik mulai terlihat di lokasi pantai yang tersembunyi tersebut.

Menurut Angel, beberapa jenis sampah plastik seperti botol minuman kemasan, puntung rokok, plastik kresek, botol bir dan kulit ketupat mulai nampak di kawasan sebelum memasuki areal pantai tersebut.

Baca juga: NEWS ANALISIS Yohanes Jimmy Nami Dosen Fisipol Undana: Tindak Tegas

"Sampah-sampah itu mau datang darimana lagi kalau bukan dari pengunjung," ketus Angel, saat ditemui pada Minggu (1/11/2020).

Dia sendiri mengaku kaget karena begitu banyak orang yang datang ke Pantai Toro. Ada yang memang datang untuk berfoto ria dan ada pula juga yang berenang di sana.

Angel merasa miris karena perilaku para pengunjung itu tidak seindah sejumlah foto indah yang terpampang di media sosial mereka.

Perilaku membuang sampah di tempat-tempat alami seperti Pantai Toro ini menurut Angel justru dilakukan oleh kaum muda Lembata yang nota bene sudah berpendidikan.

"Yang tinggalkan jejak sampah kan hanya manusia. Binatang tidak pernah. Jadi, silakan simpulkan sendiri," sindirnya.

Sebuah foto yang menunjukkan adanya sampah plastik di Pantai Toro juga turut ditampilkan akun Instagram oranglembata. Dalam potongan foto yang diunggah pada hari Minggu kemarin kelihatan dua botol minuman kemasan mengapung di permukaan air laut.

Potret itu diabadikan oleh pemilik akun Instagram ell.amunmama28 dan mendapat banyak tanggapan dari warganet.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved