TNI Ajak Masyarakat Beternak Ayam, Untuk Pemenuhan Gizi Keluarga, Yuk Simak

dimanfaatkan untuk pemenuhan gizi keluarga. Bila hasilnya banyak bisa dijual untuk menambah penghasilan rumah tangga.

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
BERTERNAK---Personel Pos Lookeu Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif RK 744/SYB berternak ayam untuk memberdayakan masyarakat perbatasan. Gambar diambil, Jumat (30/10/2020). 

TNI Ajak Masyarakat Beternak Ayam , Untuk Pemenuhan Gizi Keluarga

POS KUPANG.COM| ATAMBUA----Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif RK 744/SYB mengajak masyarakat perbatasan di Desa Lookeu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu agar tekun berternak ayam atau bebek.

Hasil beternak ayam atau bebek dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan gizi keluarga. Bila hasilnya banyak bisa dijual untuk menambah penghasilan rumah tangga.

Ajakan dari prajurit TNI ini tidak sekedar kata-kata tetapi mereka terlebih dahulu memberikan contoh beternak ayam dan bebek. Personel Pos Lookeu yang dipimpin Serka Athop Wichaksono memanfaatkan lahan sekitar pos untuk membuat kandang ayam dan bebek. Lalu mereka memelihara ayam dan bebek.

Sasaran utama dari usaha beternak ini adalah memotivasi masyarakat sekitar agar bisa melakukan hal yang sama. Sebab, wilayah Lookeu cocok untuk beternak ayam dan bebek.

Dansatgas Yonif RK 744/SYB, Letkol (Inf) Alfat Denny Andrian kepada wartawan di Atambua, Sabtu (31/10/2020) mengatakan, kehadiran TNI di perbatasan selain melaksanakan tugas pokok menjaga perbatasan negara juga berperan menjadi motivator pemberdayaan bagi masyarakat sekitar.

Salah satu kegiatan pemberdayaan yang dilakukan personel Pos Lookeu adalah beternak ayam dan bebek. Mereka memelihara ayam dan bebek dalam jumlah terbatas dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitar pos.

Budidaya ayam dan bebek ini sesungguhnya untuk mendorong masyarakat agar mereka juga tekun dalam beternak ayam atau bebek. Sebab hasilnya bisa dimanfaatkan untuk pemenuhan gizi keluarga dan juga bisa dijual untuk meningkatkan perekonomian rumah tangga.

Menurut Dansatgas, usaha unggas khususnya ayam dan bebek cukup menjanjikan karena permintaan pasar tinggi setiap hari. Bila usaha ini dijalankan secara baik dan tekun akan membawa keuntungan besar bagi peternak. Apalagi didukung aksesibilitas dari desa ke kota sudah lancar dan sarana komunikasi semakin canggih.

Danpos Lookeu, Serka Athop Wichaksono menambahkan, budidaya unggas yang dilakukan Pos Lookeu masih terbatas. Untuk saat ini mereka memiliki tiga ekor bebek jantan, lima betina siap telur, 25 anak bebek dan 10 ekor ayam.

Menurut Athop, dalam kurun waktu tiga bulan ke depan, mereka sudah bisa panen bebek dan ayam. Saat panen barulah mereka mengundang warga sekitar untuk bisa melihat bersama model usaha ternak ayam dan bebek yang mereka lakukan. Dari situ, masyarakat bisa percaya dan bisa meniru pola ternak ayam yang baik dan menguntungkan.

Baca juga: Kapolda NTT : Mereka Tertawa Lepas Adalah Kebahagiaan Istimewa Yang Tak Ternilai

Baca juga: Begitu Nikah Terungkap Siap Dia Sebenarnya, Saat Kenalan Pria Ini Biasa Saja, SIMAK INFO

Baca juga: Kapolda NTT, Lotharia Latif : Jadikan Tugas Sebagai Amanah dan Ibadah Kepada Tuhan Yang Maha Esa

Harapan TNI adalah setelah melihat bukti, masyarakat percaya dan bisa memulai usaha dalam tingkat rumah tangga walaupun dimulai dengan skala kecil. Seperti kata bijak, lebih baik memulai dengan hal kecil daripada tidak memulai sama sekali. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas).

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved