Breaking News:

Maria Ervina Hoar Yakini Lulus Tes SKB CPNSD 2019 di Kabupaten Malaka

Biasanya sebelum covid, aspek transparansi dapat dilihat melalui layar monitor, tetapi kali ini tidak bisa dilakukan.

Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
dok. Pribadi.
Maria Ervina Hoar. 

Maria Ervina Hoar Yakini Lulus Tes SKB CPNSD 2019 di Kabupaten Malaka

POS-KUPANG.COM I BETUN-- Walaupun pengumuman hasil tes Seleksi Kompetensi Bidang ( SKB) belum diumumkan secara resmi oleh Pemkab Malaka, namun bagi Maria  Ervina Hoar meyakini lulus dengan hasil memuaskan.

Pasalnya, pada tes SKB Tanggal 7 Oktober lalu, Ervina menempati posisi dengan nilai tertinggi dari peserta lainnya. Walaupun begitu, dirinya tidak berpuas diri karena prestasi tes SKB akan ditunjukan pada tugas dan pelayanan nanti pada instansi yang akan ditempatkan.

Maria Ervina Hoar kepada Wartawan, Sabtu (31/10) tidak banyak berkomentar. Dirinya hanya menyampaikan bahwa hasil tes SKB yang sudah dilaluinya berjalan baik dan hasilnyapun cukup memuaskan.

"Saya yakin lulus tes SKB karena tes baru-baru nilai saya paling tinggi. Saya sekarang tinggal tunggu pengumuman saja," ujar Alumna Universitas Kristen Artha Wacana ( UKAW) Kupang.

Untuk diketahui, Pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) bagi 328 CPNS di Kabupaten Malaka diawasi langsung pejabat dari BKN Region X dengan penerapan protokoler yang sangat ketat.

Kegiatan dilaksanakan selama 4 hari itu dibagi dalam 10 sesi dimana tiap sesi diikuti 35 peserta. Pengetatan tata aturan penerapan protokoler ini guna menekan timbulnya klaster baru.

Pejabat dari BKN Kantor Region X, B Maptuhah Rahmi menyampaikan hal ini kepada Pos-Kupang, Rabu (7/10).

Dijelaskan Rahmi, peserta tes SKB di Malaka sebanyak  328 orang. Mereka ini adalah hasil seleksi dari Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) sebagai tes terakhir sebelum menentukan hasil kelulusan sesuai kuota.

Teknis pelaksanaannya, kata Rahmi, berdasar pada SOP yang sudah ada dimana pengaturannya setiap sesi 35 orang dengan tidak mengabaikan protokoler kesehatan. Ini guna menghindari kerumunan massa.

Pada pelaksanaan tes SKB ini, katanya, karena dihadapkan dengan covid19 sehingga aspek transparansi diprogramkan melalui youtube. Semua yang ingin mengetahui proses pelaksanaannya bisa diakses langsung.

Biasanya sebelum covid, aspek transparansi dapat dilihat melalui layar monitor, tetapi kali ini tidak bisa dilakukan.

"Jadi kita cegah betul penyebaran covid19. Kita atur secara baik peserta masuk ke ruangan sampai keluar nanti tetap jaga jarak," katanya.

Tentang kelulusan, Rahmi menegaskan, akan diintegrasikan antara nilai SKD dimana prosentasenya 40 persen dan SKB 60 persen. Pada tes ini tidak lagi  penerapan passing grade tetapi hasil dari SKD dan SKB dihitung dengan melihat nilai tertinggi.

Baca juga: Marius A. Jelamu: Pandemi Covid-19 Berdampak Pada Kehidupan Sosial Ekonomi

Baca juga: Masyarakat Kampung Gurusina Gelar Acara Adat Ka Ngadhu Bhaga

Baca juga: Dedari Family Festival 2020 Akan Hadir 13 - 14 November mendatang

Untuk diketahui, pelaksanaan tes SKB selama 4 (empat) hari (5-8 September)  terpusat di Aula Kantor bupati Malaka dimana satu hari terdapat 3 sesi dengan peserta 35 orang per tiap sesi. Mereka akan merebut formasi 158 kursi yakni tenaga guru, 55 kursi, tenaga kesehatan 58 kursi dan tenaga teknis 45 kursi.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved