Rasio Elektrifikasi di Kabupaten Lembata Sudah 100 persen
Darius Uren, memastikan kalau Rasio Elektrifikasi di Kabupaten Lembata sudah mencapai 100 persen hingga saat ini
POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Manajer Unit Kantor Perusahaan Listrik Negara ( PLN) Unit Layanan Pelanggan ( ULP) Lembata, Darius Uren, memastikan kalau Rasio Elektrifikasi di Kabupaten Lembata sudah mencapai 100 persen hingga saat ini.
Ketika dihubungi Pos Kupang bertepatan dengan HUT Ke-75 PLN, Selasa (27/10/2020), Darius memberi pemahaman mengenai apa yang dimaksud dengan rasio elektrifikasi.
Darius menguraikan bahwa rasio elektrifikasi adalah perbandingan jumlah pelanggan rumah tangga yang memiliki sumber penerangan baik dari listrik Perusahaan Listrik Negara ( PLN) maupun listrik non-PLN dengan jumlah rumah tangga.
Baca juga: SMAN 1 Boawae Launching Buku Antalogi Puisi Suara Kecil dari Kaki Ebulobo
Berdasarkan pengertian ini, kata Darius, tanggungjawab rasio elektrifikasi bukan milik PLN saja, sehingga ada beberapa wilayah di Lembata seperti desa Dulir dan Lamalela yang juga mendapat bantuan listrik tenaga surya hemat energi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Wilayah yang sudah dialiri listrik non-PLN juga dihitung dalam rasio elektrifikasi.
Kendati demikian, PLN ULP Lembata sudah melakukan survei di desa-desa pelosok di Lembata yang belum dialiri listrik PLN atau masih memanfaatkan listrik non-PLN.
Baca juga: Pemkab Lembata Tetapkan Leuwayan Jadi Desa Budaya
Beberapa wilayah yang sudah disurvei dan diusulkan untuk dialiri listrik PLN itu seperti Dulir, dusun Lamanunang, Lamalela, dusun Walet, dan dusun Labanobol. Warga di wilayah-wilayah ini bisa menikmati listrik 24 jam sehari jika sudah dialiri listrik dari PLN.
"Karena mereka masih non-PLN maka kita usul untuk pembangunan jaringan (PLN)," ujarnya.
Dirinya juga sudah menyampaikan langsung kepada Bupati Lembata supaya menginformasikan wilayah-wilayah di Lembata yang belum dialiri listrik PLN untuk segera disurvei.
Lebih lanjut, Darius menandaskan sejauh ini tidak ada kendala dalam hal perluasan jaringan karena adanya dukungan dari warga dan pemerintah desa.
"Mudah-mudahan perluasan jaringan untuk dusun-dusun itu juga tidak ada kendala," harapnya.
Menurut dia, pemerintah daerah Lembata sendiri sangat mendukung upaya PLN dalam hal peningkatan jaringan listrik terutama di wilayah pelosok dan desa-desa prioritas pariwisata.
Pada saat peringatan otonomi Lembata di Pantai Lewolein, desa Dikesare, Kecamatan Lebatukan, beberapa waktu lalu, Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur berkomitmen pada tahun 2021 mendatang semua wilayah di Lembata sudah tuntas dialiri listrik dari PLN. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pln-lembata-devisit-daya-gara-gara-mesin-rusak.jpg)