Senin, 11 Mei 2026

Internasional

Presiden Mesir Balas Presiden Perancis; 'Kami Juga Berhak, Perasaan Kami Tidak Disakiti'

Presiden Mesir Tentang Kartun Nabi Muhammad, 'Kami Juga Berhak, Perasaan Kami Tidak Disakiti'

Tayang:
Editor: Bebet I Hidayat
AFP
Presiden Mesir Balas Presiden Perancis; 'Kami Juga Berhak, Perasaan Kami Tidak Disakiti' 

Serikat Masyarakat Koperasi Konsumen non-pemerintah mengatakan telah mengeluarkan arahan sebagai tanggapan atas "penghinaan berulang" terhadap Nabi Muhammad SAW.

Dalam sebuah pernyataan, kementerian luar negeri Perancis mengakui tindakan tersebut, dengan menulis, "Seruan untuk boikot ini tidak berdasar dan harus segera dihentikan, serta semua serangan terhadap negara kita, yang didorong oleh minoritas radikal."

Secara online, seruan untuk boikot serupa di negara-negara Arab lainnya, seperti Arab Saudi, telah beredar.

Tagar yang menyerukan boikot jaringan supermarket Perancis, Carrefour, adalah topik paling trending kedua di Arab Saudi, ekonomi terbesar di dunia Arab.

Sementara itu, protes kecil anti-Perancis diadakan di Libya, Gaza, dan Suriah utara, tempat milisi yang didukung Turki melakukan kontrol.

Mengapa Perancis terlibat dalam perselisihan ini?

Pembelaan kuat Macron terhadap sekularisme Perancis dan kritik terhadap Islam radikal setelah pembunuhan Paty, telah membuat marah beberapa orang di dunia Muslim.

Erdogan dari Turki bertanya dalam pidatonya, "Apa masalah individu yang disebut Macron dengan Islam dan dengan Muslim?"

Sementara itu, pemimpin Pakistan Imran Khan menuduh pemimpin Perancis itu "menyerang Islam, jelas-jelas tanpa memahaminya".

"Presiden Macron telah menyerang dan melukai sentimen jutaan Muslim di Eropa dan di seluruh dunia," cuitnya.

Awal Oktober, sebelum pembunuhan gurunya, Macron telah mengumumkan rencana untuk undang-undang yang lebih ketat untuk menangani apa yang disebutnya "separatisme Islam" di Perancis.

Dia mengatakan minoritas dari perkiraan 6 juta Muslim Perancis berada dalam bahaya membentuk "masyarakat tandingan", kemudian menggambarkan Islam sebagai agama "dalam krisis".

Kartun Nabi Muhammad SAW memiliki warisan politik yang gelap dan intens di Perancis.

Pada 2015, 12 orang tewas dalam serangan terhadap kantor majalah satir Perancis, Charlie Hebdo, yang menerbitkan kartun tersebut.

Beberapa komunitas Muslim terbesar di Eropa Barat menuduh Macron berusaha menekan agama mereka dan mengatakan kampanyenya berisiko melegitimasi Islamofobia.(*) 

Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved