Senin, 11 Mei 2026

Internasional

Presiden Mesir Balas Presiden Perancis; 'Kami Juga Berhak, Perasaan Kami Tidak Disakiti'

Presiden Mesir Tentang Kartun Nabi Muhammad, 'Kami Juga Berhak, Perasaan Kami Tidak Disakiti'

Tayang:
Editor: Bebet I Hidayat
AFP
Presiden Mesir Balas Presiden Perancis; 'Kami Juga Berhak, Perasaan Kami Tidak Disakiti' 

Sementara, protes terhadap pernyataan Macron yang menyinggung Muslim telah terlihat di Libya, Suriah, dan Jalur Gaza.

Reaksi dari beberapa negara Timur Tengah tersebut berasal dari komentar yang dibuat oleh Macron setelah terjadi pembunuhan mengerikan terhadap seorang guru Perancis yang mempertunjukkan kartun Nabi Muhammad di kelas.

Presiden mengatakan Samuel Paty, "dibunuh karena Islamis menginginkan masa depan kami", tetapi Perancis "tidak akan melepaskan kartun kami".

Penggambaran Nabi Muhammad SAW dapat dianggap pelanggaran serius bagi umat Islam, karena tradisi Islam secara eksplisit melarang gambar Muhammad dan Allah (Tuhan).

Namun, sekularisme negara atau laïcité, dianggap sebagai pusat identitas nasional bagi Perancis.

Sehingga, membatasi kebebasan berekspresi untuk melindungi perasaan satu komunitas tertentu, kata negara, merusak persatuan.

Pada Minggu (25/10/2020), Macron menggandakan pembelaannya terhadap nilai-nilai Perancis dalam sebuah tweet yang berbunyi,

"Kami tidak akan menyerah, selamanya."

Para pemimpin politik di Turki dan Pakistan telah membujuk Macron, menuduhnya tidak menghormati "kebebasan berkeyakinan" dan meminggirkan jutaan Muslim di Perancis.

Pada Minggu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyarankan, untuk kedua kalinya, bahwa Macron harus mencari "pemeriksaan mental" untuk pandangannya tentang Islam.

Komentar tersebut mendorong Perancis memanggil duta besarnya untuk Turki untuk melakukan konsultasi pada Sabtu (24/10/2020).

Seberapa luas boikot terhadap produk Perancis?

Beberapa rak supermarket telah dilucuti dari produk Perancis di Yordania, Qatar, dan Kuwait pada Minggu.

Misalnya, produk perawatan rambut dan kecantikan lainnya buatan Perancis sudah tidak dipajang lagi dirak toko.

Di Kuwait, serikat pengecer besar telah memerintahkan pemboikotan barang-barang Perancis.

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved