Breaking News:

Berita Kupang Hari Ini

Pemkot Kupang Minta Dukungan Pusat Wujudkan Kota Tangguh

Pemerintah Kota Kupang meminta dukungan Pemerintah Pusat dalam mewujudkan kota tangguh terhadap bencana

POS-KUPANG.COM/Yeni Rachmawati
Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man saat mengikuti Webinar lanjutan proyek Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) yang berlangsung secara daring, Selasa (27/10/2020). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pemerintah Kota Kupang meminta dukungan Pemerintah Pusat dalam mewujudkan kota tangguh terhadap bencana. Permintaan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man saat mengikuti Webinar lanjutan proyek Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) yang berlangsung secara daring.

Dalam Webinar yang diikuti dari ruang kerjanya, Wawali didampingi oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, Maxi Jemy Deerens Didok dan pejabat yang mewakili Kepala Bappeda Kota Kupang.

Ia menyampaikan terima kasih kepada United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) yang telah melibatkan Kota Kupang dalam kegiatan yang strategis ini sebagai lanjutan dari proyek CRIC.

Baca juga: Dirjen Bimas Katolik Kunjungi SMA Katolik Thomas Morus Ende yang Minim Fasilitas

Sebelumnya Kota Kupang terpilih menjadi salah satu dari 10 kota contoh di Indonesia yang menerima manfaat proyek Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC).

Proyek CRIC mendukung kota-kota dalam mempersiapkan rencana pembangunan perkotaan selama lima tahun ke depan yang berketahanan iklim dan berkelanjutan melalui analisis ilmiah, penerapan perangkat yang inovatif dan pembelajaran.

Baca juga: Sumba Barat Kembali Bertambah Dua Orang Positip Virus Corona

Dari program ini pemerintah kota diminta untuk menyusun rencana aksi lokal yang harus memberi dampak secara nasional.

Sebagai wujud dukungan terhadap upaya penanggulangan bencana sesuai UU pemerintah daerah diminta untuk menyusunnya sebagai salah satu proritas utama dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) teknokratik.

Untuk itu perlu dilakukan kajian lingkungan hidup yang strategis yang mencantumkan isu-isu perubahan iklim di daerah maupun kerentanan yang ada di wilayah perkotaan yang tentunya butuh biaya yang tidak murah.

Ketangguhan kota dari aspek bencana perkotaan juga menurut Wawali membutuhkan infrastruktur yang menunjang.

Karena itu ia mengusulkan agar Kementerian Keuangan bisa memperhitungkan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk daerah perkotaan terutama untuk persampahan.

Halaman
12
Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved