PMKRI Cabang Kefamenanu Dukung Polres TTU Wujudkan Pilkada Aman dan Damai

mendukung pihak kepolisian dalam melaksanakan pengamanan agar pilkada TTU berjalan aman dan damai.

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/THOMAS MBENU NULANGI
Ketua PMKRI Cabang Kefa, Agapitus Tameab bersama anggota saat melakukan deklarasi untuk mendukung pilkada damai di Sekretariat PMKRI, Rabu (28/10/2020). 

PMKRI Cabang Kefamenanu Dukung Polres TTU Wujudkan Pilkada Aman dan Damai

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU--Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kefamenanu Santo Yohanes Don Bosco mendukung pihak Kepolisian Resort (Polres) Timor Tengah Utara (TTU) dalam mewujudkan pemilihan kepala daerah (pilkada) yang aman dan damai.

Dukungan tersebut diwujudkan dengan pelaksanaan deklarasi pilkada aman dan damai yang disampaikan langsung oleh Ketua bersama dengan sejumlah anggota PMKRI di Margasiswa PMKRI Cabang Kefanenanu, Rabu (28/10/2020).

Usai melaksanakan kegiatan deklarasi, Ketua PMKRI Cabang Kefamenanu, Agapitus Tameab mengatakan bahwa, pelaksanaan deklarasi tersebut dilakukan untuk mendukung pihak kepolisian dalam melaksanakan pengamanan agar pilkada TTU berjalan aman dan damai.

"Deklarasi dukungan ini kami lakukan sebagai bentuk dukungan kami kepada polisi supaya mereka dapat mengamankan pilkada TTU sehingga bisa berjalan aman dan damai," ujarnya.

Untuk mendukung kepolisian, Agapitus meminta kepada seluruh masyarakat agar senantiasa dapat menjaga keamanan dan ketertiban dalam setiap tahapan pilkada yang diselenggaran oleh KPU. Menurut Agapitus, keamanan dan ketertiban menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan.

"Hindari gesekan-gesekan yang terjadi di lapangan, karena pilkada hanyalah sebagai momentum untuk kita menentukan pemimpin, setelah itu kita harus merajut kembali rasa persaudaraan," ujarnya.

Agapitus juga meminta kepada seluruh masyarakat di Kabupaten TTU supaya tidak mudah percaya pada isu hoaks yang justru dapat memecah rasa persaudaraan antar sesama warga yang sudah terjalin selama ini.

"Harus verifikasi terlebih dahulu informasi yang kita terima sebelum kita mengambil keputusan. Kalau kita verifikasi terlebih dahulu, maka kita tidak mudah percaya terhadap informasi yang justru memecahkan belah daerah ini," ungkapnya.

Agapitus juga meminta kepada masyarakat supaya tidak terlibat dalam politik uang. Sebab politik adalah cara yang dilakukan calon pemimpin yang tidak menghargai masyarakatnya sendiri.

"Masa suara kita dibeli dengan uang, bukan kah kita adalah pemilih mutlak dari suara kita sendiri. Jadi jangan tergiur dengan uang untuk mengekang kebebasan kita dalam memilih pemimpin," ungkapnya.

Baca juga: Gubernur NTT Protes Keras Peringatan Hari Sumpah Pemuda

Baca juga: Semangat GLS Harus Dimulai, Oskar : Literasi Sangat Dibutuhkan

Agapitus juga berharap, kepada seluruh masyarakat di Kabupaten TTU supaya tidak memilih golput pada pelaksanaan pilkada pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved