Minggu, 12 April 2026

Berita Atambua Hari Ini

47 Dusun di Kabupaten Belu Belum Berlistrik

PT PLN mencatat sebanyak 47 dusun di Kabupaten Belu belum berlistrik yang tersebar di beberapa kecamatan

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Manajer PLN Cabang Atambua, Helmi Zulkarnaen 

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - PT PLN mencatat sebanyak 47 dusun di Kabupaten Belu belum berlistrik yang tersebar di beberapa kecamatan seperti Lamaknen, Lamaknen Selatan, Raihat dan Tasifeto Barat.

Sampai dengan keadaan Oktober 2020, rasio elektrifikasi di Kabupaten Belu sudah 87 persen. Jaringan listrik sudah menjangkau semua desa di Kabupaten Belu hanya saja masih ada beberapa dusun yang belum berlistrik.

Hal ini disampaikan Manajer PLN Cabang Atambua, Helmi Zulkarnaen saat dikonfirmasi Pos Kupang.Com, Selasa (27/10/2020) malam.

Baca juga: Dua Desa di TTU Ini Belum Dialiri Listrik

Menurut Helmi, jaringan listrik sudah menjangkau semua desa di Kabupaten Belu atau sudah 100 persen desa berlistrik namun ada beberapa dusun yang belum berlistrik. Di Kabupaten Belu masih tersisa 47 yang belum berlistrik. Kondisi ini dipengaruhi ketersedian anggaran terbatas sehingga perluasan jaringan di beberapa dusun yang jaraknya berjauhan belum bisa dilakukan.

Helmi mengatakan, perencanaan perluasan jaringan listrik tahun 2020 agak terkendala karena kasus Covid-19.

Baca juga: Personel Satgas Pamtas Beri Obat Antibodi Kepada Warga Perbatasan yang Sakit

"Perencanaan tahun 2020 ini kita tahu bersama karena covid jadi sempat kendala. Ini hampir terjadi di semua intansi", kata Helmi.

Meski demikian, kata Helmi, PLN tetap berupaya agar perluasan jaringan listrik tetap dilakukan di masa pandemi Covid-19 meskipun secara bertahap. Di tahun 2020, katanya ada dukungan anggaran dari Kementerian Koordinator PMK Bidang Pemberdayaan Masyarakat untuk perluasan jaringan beberapa desa di wilayah Kabupaten Belu.

"Tahun ini ada kontrak baru perluasan jaringan di dusun-dusun seperti di Desa Rafae, persisnya di Dusun Obor. Itu sudah tahap survei, material sudah didrop ke lokasi. Bulan depan sudah ada progres pekerjaan", jelas Helmi.

Lanjut Helmi, selain Desa Rafae, ada juga perluasan jaringan di Desa Hailala, Desa Fulur di Kecamatan Lamakanen dan Dusun Delomil Haekesak, Kecamatan Raihat serta permukiman yang berada di seputaran Fulan Fehan. Dari beberapa desa tersebut ada yang sudah menyala seperti di Haekesak sedangkan di permukiman seputar Fulan Fehan masih dalam proses pekerjaan.

Ditanya mengenai kendala dalam perluasan jaringan listrik, Helmi mengatakan, kendala utama adalah anggaran. Anggaran yang terbatas tentunya tidak bisa menjangkau semua dusun sekaligus tapi bertahap. Apalagi topografi wilayah di sejumlah dusun di wilayah Kabupaten Belu membutuhkan anggaran yang lumayan besar.

"Sebenarnya kendala di anggaran karena untuk berlistrik di semua pelolsok membutuhkan anggaran. Faktor jarak dari permukiman ke permukiman membutuhkan anggaran besar. Misalnya di dusun A sudah berlistrik tapi untuk menuju ke dusun B jangkauannya 5 sampai 6 kilo. Melewati 5 sampai 6 kilo ini belum ada rumah", kata Helmi.

Helmi menambahkan, Kabupaten Belu sebagai daerah perbatasan mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Untuk mendukung roda perekonomian di perbatasan, Menko Polhukam dan Mendagri ketika berkunjung ke Belu baru-baru ini sudah menyampaikan agar desa-desa di perbatasan harus berlistrik.

Menindaklanjuti permintaan pemerintah pusat, PLN sudah berkoordinasi dengan Pemerintah dan DPRD Kabupaten Belu untuk menentukan desa-desa yang lebih dahulu dipasang jaringan. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,
Teni Jenahas)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved