Warga Olakile Boawae Minta Cetak Sawah Baru, Ini Respon Bupati Don
tidak memiliki sawah dan juga tanah untuk dijadikan sawah masih banyak alias lahan tidur masih bisa olah jika sudah cetak dijadikan sawah.
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
Warga Olakile Boawae Minta Cetak Sawah Baru, Ini Respon Bupati Don
POS-KUPANG.COM | MBAY -- Sejumlah warga Olakile Kecamatan Boawae meminta agar diwilayah itu ada membuat (cetak) sawah baru.
Pasalnya sebagian masyarakat Olakile tidak memiliki sawah dan juga tanah untuk dijadikan sawah masih banyak alias lahan tidur masih bisa olah jika sudah cetak dijadikan sawah.
Menurut warga hal itu sangat dimungkinkan karena lahan tidur masih banyak dan layak untuk dijadikan sawah.
Warga Olakile, Petrus Lape mengatakan warganya banyak tak miliki sawah sedangkan lahan tidur masih banyak yang tidak bisa diolah.
"Banyak masyarakat Olakile tidak punya sawah. Ini semua bagi hasil ini. Tahun 2018 itu ada informasi bahwa ada pembukaan sawah baru. Ada tiga tempat disini. Mungkin di Olakile bisa cetak sawah baru. Sehingga kami bisa gunakan lahan-lahan itu. Bendungan rusak. Sehingga tidak bisa kerjakan. Kesulitannya itu hanya sedikit yang punya sawah. Sehingga mereka banyak yang kerjakan orang lain punya sawah. Sehingga mereka bagi hasil," ujar Petrus saat dialog dengan Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do di Pomaboa Olakile, Senin (26/10/2020).
Ia berharap agar menjadi perhatian pemerintah terkait hal ini sehingga mendatangkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Lurah Nageoga, Yohanes Lako, menyatakan untuk diwilayah Boawae masih kekurangan tenaga PPL. Sehingga diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah daerah.
"PLL satu orang. Kalau bisa tambah dua atau tiga orang lagi. Di tempat ini juga banyak penyakit yang menyerang padi. Ada wereng dan lain-lainnya," ujarnya.
Sementara itu Ketua P3A Kobawazo, Hendrikus Se juga menyampaikan saluran irigasi di Kobawazo belum terlalu maksimal dan mohon perhatian pemerintah daerah.
Menjawabi keluhan dan usulan tersebut, Bupati Don menyampaikan semua harus menjadi perhatian. Namun harus prioritas.
Prioritas yang pertama adalah manfaatkan terlebih dahulu potensi yang ada.
Tenaga PPL yang kurang misalkan harus maksimalkan tenaga yang ada. Prioritas pada petani yang membutuhkan.
Sedangkan untuk sawah yang kekurangan air bisa dialihkan ke tanaman hortikultura. Dalam satu musim tanam bisa diganti. Sehingga tidak hanya tanam padi saja. Namun bisa menanam sayuran dan lainnya.
Bupati Don mengungkapkan sedangkan terkait usulan pengolahan sawah baru atau cetak sawah baru, dirinya meminta agar maksimalkan sawah yang ada. Tingkatkan produktifitas karena pemerintah sudah banyak membantu.
Baca juga: SOAL & Jawaban TVRI Selasa 27 Oktober 2020 SD Kelas 1-3, Materi Membandingkan Benda dan Bilangan
Baca juga: Warga Kabupaten Ende Waspada HIV/AIDS Sudah 308 Kasus, 132 Meninggal Dunia
Baca juga: TKW Asal Matim Yang Terlantar Masih Ditampung di Shelter Human Trafficking Malaysia, Info
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/suasana-saat-bupati-don-dialog-dengan-warga-di-pomaboa-olakile.jpg)