Sandiaga Uno Bela dan Pasang Badan untuk Prabowo yang Dikecam Pegiat HAM, Sebut Tak Bersalah
Setelah hampir 20 tahun dilarang pemerintah Amerika Serikat , kini Pimpinan Umum Partai Gerindra bisa menginjakan kakinya lagi di Amerika
"Tapi empat presiden telah melakukan penyelidikan," ujarnya.
Sandiaga menegaskan bahwa tidak ada bukti yang menyasar pada tuduhan yang selama ini ditudingkan pada Prabowo.
"Tidak ada kesalahan Beliau yang terbukti," tegasnya.
Ia lantas menyinggung saat dirinya dicalonkan bersama Prabowo dalam pemilihan presiden 2019.
Saat itu, kata sandi, isu pelanggaran HAM ini juga sudah diangkat dan ditanggapi sendiri oleh Prabowo.
Dengan diangkatnya Prabowo Subianto menjadi Menteri Pertahanan RI, menunjukkan bahwa isu tersebut sudah berakhir, tegas Sandiaga Uno.
"(Prabowo jadi Menhan) menunjukkan isu ini (HAM) akhirnya usai," tandasnya.
Baca Juga: Operasi Tempur Timor Leste! Pasukan Kapten Prabowo Subianto Hujani Timah Panas ke Presiden Fretilin yang Ingin Pisahkan Timor Timur dari NKRI
Seperti diberitakan sebelumnya menyadur New York Times, Amnesty International dan enam kelompok HAM mengecam rencana kunjungan Prabowo Subianto.
Mereka mengatakan, hal itu dapat melanggar aturan Amerika Serikat tentang masuknya orang-orang yang dituduh melakukan pelanggaran HAM.
Kunjungan Prabowo juga dianggap akan merusak upaya di Indonesia untuk meminta pertanggungjawaban para pelaku pelanggaran.
Terlebih, selama 20 tahun lamanya nama Prabowo Subianto telah masuk dalam daftar hitam sebagai orang yang tak boleh mengunjungi Amerika Serikat.
“Prabowo Subianto adalah mantan jenderal Indonesia yang telah dilarang, sejak 2000, memasuki AS, karena dugaan keterlibatan langsungnya dalam pelanggaran hak asasi manusia,” kata kelompok HAM ynag melayangkan surat untuk Menlu AS Mike Pompeo.
Prabowo, yang pernah menjadi bagian dari Kopassus Indonesia, dinilai telah ditakuti dan disalahkan atas kekejaman yang dilakukan oleh pasukannya di masa lalu.
Di bawah Presiden Bill Clinton, George W. Bush, dan Barack Obama, dia dilarang mengunjungi Amerika Serikat.