Renungan Harian Katolik

Kecil Itu Indah

Seorang filsuf Tiongkok bernama Sun Tzu pernah mengatakan demikian bahwa "Perjalanan seribu mil dimulai dari satu langkah kecil"

Editor: Agustinus Sape
Dok Pribadi
Fr. Hironimus Taolin 

Perumpamaan kedua yang dipakai Yesus untuk mengajarkan tentang Kerajaan Allah yaitu perumpamaan tentang ragi dimana jika ragi itu diambil dan diadukkan ke dalam adonan maka adonan itu akan menjadi khamir semuanya.

Kita tahu bahwa jika ragi dimasukkan dan diaduk ke dalam tepung, maka ragi itu akan meresap ke dalam seluruh adonan dan membuat adonan menjadi mengembang. Di sini Yesus menggunakan konsep ragi karena kekuatannya yang tersembunyi. Ragi yang sudah diadukkan dalam adonan itu tersembunyi dan tidak terlihat, tetapi pengaruhnya dapat dilihat. Demikianlah sebenarnya cara Kerajaan Allah menyatakan kekuasaan dan kehadirannya di dunia.

Perumpamaan tentang ragi memberi pengertian tentang pengaruh kekristenan dalam dunia. Dimana konteks jemaat Kristen perdana waktu itu berjumlah sangat kecil, namun semua usaha mereka akan memberi pengaruh demi perkembangan Kerajaan Allah.

Dalam perumpamaan tentang biji sesawi, Yesus memberitakan penyebaran Kerajaan Allah yang luas dan bersifat keluar. Di dalam perumpamaan tentang ragi, Yesus memusatkan perhatian kepada kekuatan internal Kerajaan Allah, di mana tidak ada satupun yang tidak terkena pengaruhnya.

Dari perumpamaan tentang ragi diatas, maka kita juga diajak untuk menjadi “ragi” dalam kehidupan kita. Diri kita Menjadi ragi artinya bahwa iman kita harus diejawantahkan dalam pikiran kita, perkataan dan perbuatan kita, agar di lingkungan di mana kita berada kita mengahadirkan pengaruh baik bagi lingkungan itu atau semua arang yang ada didalamnya, kehadiran kita harus membawa kemajuan dan perkembangan bukan malah membawa kemunduran dan kehancuran bagi orang lain atau bagi lingkungan tempat kita berada.

Dengan demikian bukan berarti kita harus menjadi penguasa dan pemimpin dulu baru bisa membuat suatu kemajuan dan perkembangan. Tetapi cukup dengan menjadi orang baik yang setia dan tanggung jawab menjalankan tugas-tugas kita. Selain itu kita belajar dan berusaha melakukan hal-hal kecil dalam hidup kita secara tulus, seperti menolong sesama, mencintai sesama, berpikir baik tentang sesama, bicara baik tentang sesama, berlaku jujur dan adil, maka sesungguhnya kita telah menjadi “ragi” dalam hidup kita yang memberi pengaruh yang baik.

Semoga Tuhan memberkati. Salve.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved