Renungan Harian Katolik

Bertobat dan Berbuah

Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah

Editor: Agustinus Sape
Dok Pribadi
Fr. Giovanni A. L Arum 

Mereka yang menolak pewartaan Yesus tentang pertobatan seharusnya mendapat penghakiman. Namun, Sang Pengurus Kebun, yakni Yesus sendiri masih memohonkan kemurahan hati Bapa untuk memberi kesempatan lagi. Sang Pengurus Kebun bahkan bersedia “mencangkul tanah dan memberi pupuk” bagi pohon yang gagal berbuah. Artinya, Tuhan Yesus akan turun tangan menolong “orang-orang yang gagal berbuah”, jika orang-orang itu pun sadar bahwa kesempatan kedua bukan untuk diabaikan. Mereka harus segera bertobat dan berbuah.

Beberapa hal yang dapat kita pelajari sebagai bekal hidup dari cahaya Sang Sabda hari ini adalah sebagai berikut: Pertama, nasib nahas yang dialami oleh manusia tidak otomatis menggambarkan dosa dan kesalahannya. Kita ingat, bukan hanya orang Yahudi pada zaman Yesus saja, kita pun seringkali menuduh adanya kejadian bencana tertentu dengan besarnya dosa orang yang mengalaminya, seolah kitalah yang menjadi hakim atas mereka. Kita harus lebih banyak memeriksa diri dan bertobat. Hal inilah yang akhirnya membuat orang terkadang malah mengutuk dan mempersalahkan orang yang tertimpa bencana daripada menolongnya.

Kedua, berbuat salah tentu manusiawi. Tetapi, terus-menerus melakukannya tanpa ada penyesalan dan kesediaan bertobat tentulah perbuatan iblis. Artinya, kita perlu terus memurnikan diri kita. Gereja menganugerahi Sakramen Pertobatan bagi kita untuk selalu memeriksa dan membenahi diri.

Ketiga, Allah adalah Bapa yang Mahamurah. Ia selalu memberi kesempatan bagi manusia untuk membenahi diri dan mendekati-Nya. Yang perlu kita lakukan sebagai umat-Nya adalah bertobat dan berbuah. Ingat! Berbuah itu selalu terarah kepada orang lain. Buah hanya terasa manis jika dimakan oleh orang lain. Jika disimpan sendiri akan busuk. Kita perlu berlaku kasih kepada sesama. Jika tidak, iman kita tidak berbuah nyata dalam hidup harian kita.

Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita dalam seluruh perjuangan hidup kita hari ini. Salve!

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved