Jumat, 15 Mei 2026

Resei ekonomi

Sri Mulyani Klaim Resesi Ekonomi RI Lebih Baik dari Negara Lain,Ekonom Indef:Jangan Over Optimis!

Sri Mulyani klaim resesi ekonomi RI lebih baik dari negara lain, Ekonom Indef:Jangan Over Optimis!

Tayang:
Editor: Adiana Ahmad
ANTARA FOTO/Biro Pers Sekretariat Presiden/MUCHLIS JR
Presiden Joko Widodo didampingi Menkeu Sri Mulyani. ANTARA FOTO/HO/Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr/sgd/aww. 

"Negara-negara di dunia juga masih mengalami struggle untuk menghadapi Covid-19), dan mereka menggunakan instrumen fiskalnya secara luar biasa, kalau kita lihat dari sisi magnitudenya, seluruh dunia terjadi pelebaran defisit fiskal yang luar biasa besar," jelas Sri Mulyani.

Beberapa diantaranya adalah ekonomi Thailand Malaysia dan Filipina.

Thailand diperkirakan terkontraksi minus 9,3 persen pada kuartal III 2020, sedangkan Malaysia dan Filipina masing-masing terkontraksi minus 4,5 persen dan minus 6,3 persen.

"Kita relatif dalam resesi yang cukup baik, meskipun ini tentu tidak membuat kita terlena, kita tetap berusaha untuk mengembalikan perekonomian kita kepada zona positif," kata Sri.

Baca juga: SIAP-SIAP! Indonesia Akan Alami Resesi Ekonomi, Ini Dampaknya bagi Masyarakat

Apa Itu Resesi?

Melansir Forbes, 1 September 2020, resesi merupakan penurunan aktivitas ekonomi yang signifikan, berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Para ahli menyatakan, resesi terjadi ketika ekonomi suatu negara mengalami produk domestik bruto (PDB) negatif, tingkat pengangguran meningkat, penjualan ritel turun, serta ukuran pendapatan dan manufaktur menyusut dalam jangka waktu yang lama.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menjelaskan, secara teoritis suatu negara dikatakan resesi, salah satunya disebabkan pertumbuhan ekonomi dua kuartal berturut-turut berada di nilai minus.

Indikator lain suatu negara mengalami resesi ada pada inflasi dan nilai kurs rupiah.

Apa penyebab resesi?

Ada lebih dari satu penyebab untuk memulai resesi, dari guncangan ekonomi yang tiba-tiba hingga dampak inflasi tak terkendali.

Berikut beberapa pendorong utama terjadinya resesi:

1. Guncangan ekonomi yang tiba-tiba

Guncangan ekonomi merupakan masalah kejutan yang menimbulkan kerusakan finansial serius.

Wabah virus corona yang mematikan ekonomi seluruh dunia, menjadi contoh terbaru dari gunccangan ekonomi yang tiba-tiba.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved