Jumat, 17 April 2026

Resei ekonomi

Sri Mulyani Klaim Resesi Ekonomi RI Lebih Baik dari Negara Lain,Ekonom Indef:Jangan Over Optimis!

Sri Mulyani klaim resesi ekonomi RI lebih baik dari negara lain, Ekonom Indef:Jangan Over Optimis!

Editor: Adiana Ahmad
ANTARA FOTO/Biro Pers Sekretariat Presiden/MUCHLIS JR
Presiden Joko Widodo didampingi Menkeu Sri Mulyani. ANTARA FOTO/HO/Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr/sgd/aww. 

Sri Mulyani Klaim Resesi Ekonomi RI Lebih Baik dari Negara Lain, Ekonom Indef:  Jangan Over Optimis!

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan ( Menkeu ) Sri Mulyani begitu percaya diri dan optimis hingga mengklaim resesi ekonomi Indonesia lebih dari negara lain di kawasan ASEAN dan anggota G20.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira langsung memberikan tanggapan menohok. 

Bhima Yudhistira meminta Pemerintah jangan over optimis. 

Pasalnya,ppertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Vietnam pada kuartal III 2020 sebesar 2,62 persen, negara tersebut bisa dikatakan telah lepas dari resesi, berbeda dengan perekonomian Indonesia.

"Dibandingkan Vietnam yang tumbuh 2,62 persen pada kuartal ke III 2020 dibanding tahun sebelumnya," ujar Bhima, kepada Tribunnews, Senin (19/10/2020).

Baca juga: Resesi Ekonomi Diprediksi Sri Mulyani Akhir Bulan Ini, Gelombang PHK Makin Besar, Capai 15 Juta

Menurutnya, masih banyak langkah pemulihan yang harus dilakukan pemerintah.

Terlebih resesi ini juga merupakan dampak dari lambannya pemerintah dalam menangani pandemi virus corona (Covid-19).

"Tentu Indonesia harus lebih banyak lakukan langkah pemulihan, kinerja ekonomi Indonesia terbilang mengecewakan, karena lambatnya penanganan Covid-19," jelas Bhima.

Jika membandingkan dengan Vietnam, kata Bhima, pemerintah negara itu cepat melakukan antisipasi terkait penanganan pandemi.

"Contohlah Vietnam itu yang kuartal II saja sudah positif 0,3 persen pertumbuhan ekonominya, karena pemerintah cepat lakukan antisipasi wabah, sementara Indonesia akan masuk dalam resesi ekonomi," kata Bhima.

Oleh karena itu, ia menekankan agar pemerintah realistis terhadap kondisi ekonomi saat ini.

Pemerintah juga harus menyadari bahwa realisasi anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pun masih rendah.

"Pemerintah tidak bisa terus menerus over optimis, harus realistis melihat kondisi apalagi realisasi stimulus PEN masih rendah," tegas Bhima.

Baca juga: Indonesia Semakin Mendekati Resesi Ekonomi, Ekonom Indef Sebut Ini yang Bakal Terjadi, PHK Massal?

Sebelumnya, dalam Capital Market Summit & Expo 2020, Menkeu Sri Mulyani mengatakan kondisi ekonomi Indonesia saat masa pandemi ini masih jauh lebih baik dibandingkan negara lain anggota ASEAN maupun G20.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved