Kata Istana Terkait Habib Rizieq Shihab Akan Pimpin Revolusi, Pemerintah Tak Halangi Rizieq Pulang
Karena pernyataan itu disampaikan di muka umum di depan publik. Karena makna kata revolusi itu apa yang dimaksudkan oleh Ustaz Shobri
POS-KUPANG.COM - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab disebut akan segera pulang ke Indonesia untuk memimpin revolusi terkait penolakan Undang-undang Cipta Kerja
Ketua Umum FPI Shobri Lubis mengungkapkan Habib Rizieq Shihab akan pimpin revolusi terkait penolakan Undang-undang Cipta Kerja.
Menanggapi itu, pihak istana melalui Tenaga Ahli Utama Kepresidenan, Irfan Pulungan menyinggung apa sebenarnya maksud revolusi tersebut.
Hal itu diungkapkan Irfan Pulungan saat menjadi narasumber di acara Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne pada Kamis (15/10/2020).
"Tapi kan yang menarik informasi ini disampaikan saat demo kemarin, nanti akan datang, akan memimpin revolusi."
"Pernyataan revolusi itu juga menarik juga, harus kita cermati," ujar Irfan.
Baca juga: Presidium KAMI Gatot Nurmantyo Terkait Wacana Calonkan Diri Saat Pilpres 2024 Hingga Singgung Kadrun
Baca juga: Menkopolkam Mahfud Bantah Tengku Zulkarnain Soal Hoax MUI Tak Tentukan SerifikatHalal di Cipta Kerja
Saat ditanya apakah kata tersebut berbahaya, Irfan hanya menjelaskan jika memang melanggar ketentuan maka harus ditindak secara hukum.
"Ya sepanjang melanggar ketentuan termuat undang-undang pidana kita ya maksud saya ya harus dipertanggungjawabkan oleh yang bersangkutan," ungkapnya.
"Karena pernyataan itu disampaikan di muka umum di depan publik. Karena makna kata revolusi itu apa yang dimaksudkan oleh Ustaz Shobri," imbuh Irfan.
Menanggapi komentar Irfan soal kata revolusi, Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 lantas mengungkit kata-kata Jokowi saat awal memimpin Indonesia terkait revolusi mental.
Belum Dapat Info & Sebut Ada Masalah
Kabar kepulangan Muhammad Rizieq Shihab atau yang lebih dikenal Habib Rizieq kembali mencuat ke publik.
Hal ini bermula saat Ketua umum Front Pembela Islam (FPI), Ahmad Shabri Lubis, mengatakan imam besar FPI itu akan segera pulang ke Indonesia untuk memimpin revolusi.
Pernyataan tersebut Shabri sampaikan pada 13 Oktober 2020 dalam gelaran aksi demo tolak Undang-undang Cipta Kerja yang disahkan oleh DPR beberapa waktu lalu.
Kabar tersebut pun langsung mendapatkan respon dari Pemerintah Indonesia.