Berita SoE Hari Ini
Warga Polo-Besipae Saling Serang
Sekelompok warga Desa Polo menyerang warga Pubabu yang mendiami kawasan Besipae, Desa Linamnutu, Kecamatan Amanuban Selatan
POS-KUPANG.COM | SOE - Sekelompok warga Desa Polo menyerang warga Pubabu yang mendiami kawasan Besipae, Desa Linamnutu, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan ( TTS), Kamis (15/10). Sejumlah warga Besipae luka-luka, rumah beserta perabot rusak.
Peristiwa ini dibenarkan Kapolres TTS, AKBP Ariasandy, SIK ketika dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Kamis sore. Menurut Ariasandy, kejadian itu dipicu oleh sikap warga Pubabu.
Ariasandy mejelaskan, kejadian bermula ketika 30 warga Pubabu dipimpin Daud Selan, Imanuel Tampani dan Ester Selan mendatangi lahan yang sedang dibersihkan oleh pegawai Bagian Biro Umum Setda NTT, sekitar pukul 09.30 Wita.
Baca juga: NTT Kehilangan Legenda Atletik Jenazah Edu Nabunome Dimakamkan
Kelompok tersebut melempari para pekerja sehingga mengenai bagian kepala Mesak Sila. Setelah aksi itu, warga Pubabu kembali ke lopo. Usai berunding, kelompok Daud Selan kembali mendatangi kantor instalasi Besipae dan bertemu dengan tokoh masyarakat Esaul Nabuasa dan Yonatan Selan.
Tanpa banyak bicara, kelompok warga Pubabu langsung mendorong dan memukuli Esaul Nabuasa sampai terjatuh. Peristiwa ini cepat diamankan anggota TNI dan Polsek Amanuban Selatan.
Baca juga: Komunitas Huruf Kecil Maumere: Qikan Bentuk Karakter Anak Lewat Seni
Seorang saksi, Eprain Bantaika kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada Alex Nabuasa untuk minta bantuan ke Besipae karena Esaul Nabuasa telah dipukuli warga Pubabu.
Hal ini membuat keluarga besar Nabuasa naik pitam. Kurang lebih 200 orang warga Polo datang ke Besipae. Kedatangan masa dari Polo ini membuat warga Pubabu lari kocar-kacir.
"Warga Pubabu ini memukul salah satu keluarga Nabuasa, sehingga keluarga besar Nabuasa naik pitam dan langsung pergi ke Besipae. Hal ini membuat warga Pubabu lari kocar-kacir," terang Ariasandy melalui pesan WhatsApp.
Sekitar pukul 11.05 Wita, Mesak Sila selaku korban pelemparan warga Pubabu, melapor kejadian tersebut ke Polsek Amanuban Selatan.
Ariasandy mengatakan, Besipae dalam kondisi aman dan terkendali. Polisi dan TNI sedang berjaga di lapangan. "Untuk kasus pelemparan sudah ditangani pihak Polsek Amanuban Selatan," ujar Ariasandy.
Terpisah, Kepala Biro Humas Setda NTT, Marius Ardu Jelamu meminta 37 keluarga yang masih bertahan di Besipae untuk menghentikan provokasi keadaan yang berujung konflik lebih luas.
"Kami meminta masyarakat di sana untuk tidak memprovokasi. Dari video, mereka menggunakan anak kecil dan perempuan untuk menimbulkan konflik dan pemerintah harapkan provokasi seperti ini harus dihentikan," imbau Marius saat konferensi pers di Kopi Petir Kupang, Kamis (15/10/2020) sore.
"Jangan menggunakan anak anak dan perempuan untuk memprovokasi," tegasnya.
Mantan Kepala Dinas Pariwisata NTT itu menjelaskan, Pemprov NTT punya tekad yang kuat untuk memanfaatkan lahan tersebut sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, Pemprov menggerakkan semua kekuatan dan berkoordinasi dengan semua stakeholder untuk mengembangkan kelor, menang jagung dalam rangka mendukung program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) yang dicetuskan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.
Warga Pubabu, Ester Selan menjelaskan, warga Polo yang diduga dipimpin AN, datang menggunakan truk dan mobil pikap. Tiba di Besipae, massa merusak tempat tinggal warga Pubabu. Selain itu, dan melempari warga. Sejumlah perabot rumah tangga rusak.
"Beberapa warga terkena lemparan dan mengalami luka-luka. Ada juga yang mengalami memar akibat dipukul dan juga terkena lemparan batu," ungkap Ester Selan ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/penyidik-segera-limpahkan-kembali-berkas-kasus-pembunuhan-thomas-sesfao.jpg)