Berita SoE Hari Ini
NTT Kehilangan Legenda Atletik Jenazah Edu Nabunome Dimakamkan
Isak tangis keluarga dan kerabat kenalan menyambut kedatangan jenazah Eduardus Nabunome (54) di Terminal Cargo Bandara El Tari Kupang
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Isak tangis keluarga dan kerabat kenalan menyambut kedatangan jenazah Eduardus Nabunome (54) di Terminal Cargo Bandara El Tari Kupang, Kamis (15/10/2020) pukul 06.30 Wita. Keranda putih berisi jenazah legenda atletik Indonesia itu dibawa dari Jakarta.
Srikandi atletik NTT, Oliva Sadi dan Tersiana Riwu Rohi histeris begitu melihat peti jenazah Edu Nabunome. Kedua mengenang sang legenda tidak hanya sekadar teman saat lomba, tapi sudah seperti saudara.
Meski sempat dilarang, Oliva dan Tersiana tetap mendekati istri Edu Nabunome, Marcelina Piran. Mereka pun menangis bersama. Ketua Umum Pengprov PASI Provinsi NTT, Ir Esthon Foenay lalu mendekati ketiga anak asuhnya itu.
Baca juga: Komunitas Huruf Kecil Maumere: Qikan Bentuk Karakter Anak Lewat Seni
Esthon memberikan penghiburan dan penguatan agar tabah menerima kematian Edu Nabunome. "Kakak Edu adalah saudara kami. Dia adalah segalanya bagi kami. Kami lama tinggal bersama baik di NTT maupun saat di Pelatnas," ujar Oliva Sadi.
Setelah peti jenazah dimasukan ke mobil ambulans, Esthon kemudian memimpin doa bersama. Mantan Wakil Gubernur NTT ini sangat terpukul dengan kematian Edu Nabunome. Dengan suara terbata-bata menahan tangis, Esthon memanjaatkan doa agar arwah Edu Nabunome diterima di sisi Tuhan.
Baca juga: Nita Thalia: Geram
Keluar dari Bandara El Tari, jenazah Edu Nabunome disambut para atlet atletik NTT dari SKO Flobamorata, PPLP dan PPLD NTT. Para atlet yang memakai seragam lengkap tersebut memegang bendera kecil di tangan. Sambil melambaikan bendera, mereka membentuk pagar betis.
Ikut menjempat jenazah Edu Nabunome, Ketua Umum KONI Provinsi NTT, Andre Koreh, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga NTT, Hildagadris Bria Seran dan Plt Kepala Biro Umum Setda NTT, George Hadjoh.
Hadir juga beberapa pengurus KONI NTT seperti Theo Widodo, Frans Sales, Karel Muskanan dan Eduardus Setti. Beberapa atlet seangkatan dengan Edu Nabunome di PON yang hadir, di antaranya Melki Blegur dan Yakoba Loban.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi NTT, Andre Koreh ikut menjemput jenazah.
Ambulans membawa jenazah Edu Nabunome menuju Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pukul 07.30 Wita. Jenazah Edu Nabunome dimakamkan di Desa Kaenono, Jumat (16/10). Pemakaman di kampung halaman atas permintaan Edu Nabunome sebelum menghembuskan napas terakhir.
KONI Provinsi NTT merasa kehilangan Edu Nabunome yang menjadi sosok panutan dan teladan. "Edu adalah seorang atlet yang benar-benar mahir karena memiliki bakat. Tetapi dapat memanfaatkannya dengan tepat," ujar Andre saat menjemput jenazah Edu Nabunome di Bandara El Tari Kupang, Kamis (15/10).
Selain itu, Edu Nabunome juga mendapat dukungan dari keluarga dan negara sehingga menjadi atlet sekaligus legenda bagi Indonesia. "Sehingga kita merasa kehilangan, seorang sosok olahragawan sejati, yang menjadi panutan bagi atlet-atlet kita yang lain," imbuh Andre.
Menurut Andre, prestasi Edu Nabunome fenomenal bagi penggemar olahraga di NTT dan bisa menjadi contoh bagi semua orang. "KONI dan seluruh masyarakat olahraga NTT tetap mengenang dan menghidupi semangat dan perjuangannyau, meski raganya telah pergi," ucap Andre.
Ia berpesan kepada generasi muda agar meneladani dan menghidupi semangat Edu untuk mengharumkan nama Indonesia dan NTT pada khususnya.
Wangi Cendana
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ntt-kehilangan-legenda-atletik-jenazah-edu-nabunome-dimakamkan.jpg)