CHINA Panik, Kapal Perang AS Serobot Selat Taiwan, Negeri Panda Langsung Siaga Perang, Siap Serbu
Dalam beberapa pekan terakhir, China terus menggelar latihan militer di Pantai Timur negara itu yang berada di Selatan Taiwan
CHINA Panik, Kapal Perang AS Serobot Selat Taiwan, Negeri Panda Langsung Siaga Perang, Siap Serbu
POS KUPANG.COM -- Dalam beberapa pekan terakhir, China terus menggelar latihan militer di Pantai Timur negara itu yang berada di Selatan Taiwan
Latihan militer itu mengindikasikan tekanan China pada Taiawan yang dianggap sebagai provinsi yang membangkang
Bukan saja latihan militer, pesawat-pesawat tempur dan pengintai China juga kerap melewati garis tengah perbatasan kedua negara
Banyak pihak menduka China sedang mempersiapkan militernya untuk melakukan invasi ke Taiwan guna menyatukan daratan tersebut dengan daratan China dalam satu pemerintahan di Beijing
Sementara Taiwan juga tidak tinggal diam. Selain memperisiapkan kemungkinan serangan dan pendaratan amfibi China, Taiwan juga terus melakukan belanja perlengkapan perang mereka seperti pesawat tempur, rudal dan terpedo canggih yang bisa menenggelamkan kapal induk China
Baca juga: Anggota TNI Tangkap Basah Istrinya Selingkuh dengan Oknum Polisi, Parkir Mobil Patroli Depan Rumah
Baca juga: Isi Hati Ariel NOAH dan Luna Maya Dibongkar Denny Darko, Sama-sama Suka Tapi Jaim Nyatakan CInta
Ketika kapal perusak USS Barry berlayar melalui Selat Taiwan pada Rabu (14/10), militer China mengorganisir Angkatan Laut dan Angkatan Udara serta melacak juga memantau kapal perang Amerika Serikat (AS) itu.
Mengutip Global Times, Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) mengumumkan perintah tersebut pada Kamis (15/10).
Dalam beberapa hari terakhir, AS telah sering mengirimkan sinyal yang salah kepada pasukan "kemerdekaan Taiwan", yang secara serius merusak perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, Kolonel Senior Zhang Chunhui, juru bicara Komando Teater Timur PLA, mengatakan.
Transit kapal perusak USS Barry di Selat Taiwan terjadi setelah media asing melaporkan pada Selasa (13/10) dan Rabu (14/10) bahwa AS sedang bergerak maju dengan penjualan senjata terbaru ke Taiwan, yang menurut para ahli menampilkan senjata serangan dibanding bersifat defensif.
Baca Juga: Gerombolan 'Drone Bunuh Diri' Diluncurkan China dalam Uji Coba, Bagian dari Strategi Fusi Militer-Sipil, Setara CH-901 Berkecepatan 150 Km/jam sebelum Meledak
"Kami dengan tegas mendesak Amerika Serikat untuk berhenti membuat pernyataan dan tindakan yang menimbulkan masalah. Pasukan komando selalu waspada, dengan tegas menjaga kedaulatan nasional dan integritas teritorial, serta perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan," kata Zhang.
Mengambil tindakan yang diperlukan
Sebelumnya, kapal perusak USS John S. McCain memasuki perairan Kepulauan Paracel di Laut China Selatan yang China klaim sebagai miliknya.
China menyebut Kepulauan Paracel dengan nama Kepulauan Xisha. Gugusan pulau ini juga Vietnam klaim sebagai milik mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/armada-laut-amerika-di-luat-china-selatan.jpg)