Berita SoE Hari Ini

Kapolres TTS Jelaskan Kronologi Kisruh Besipae, Warga Pubabu Ternyata Memulai Dahulu

Penjelasan Kapolres TTS, AKBP Ariasandy SIK mengenai kronologi konflik yang terjadi antara warga Pubabu Besipae dan warga Polo

Penulis: Dion Kota | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Kapolres TTS, AKBP Ariasandy, SIK 

POS-KUPANG. COM | SOE - Penjelasan Kapolres TTS, AKBP Ariasandy SIK mengenai kronologi konflik yang terjadi antara warga Pubabu Besipae dan warga Polo yang terjadi pada Kamis (15/10/2020) siang.

Kejadian ini bermula ketika 30 warga Pubabu dibawah pimpinan Daud Selan, Imanuel Tampani dan Ester Selan sekitar pukul 09.30 WITA datang menuju lahan yang sementara dilakukan pekerjaan pembersihan oleh pegawai Bagian Biro Umum Provinsi.

Melihat pegawai bagian biro umum Propinsi sedang membersihkan lahan, kelompok warga Pubabu tersebut langsung melempari para pekerja sehingga mengenai bagian kepala Mesak Sila. Setelah melempari para pegawai tersebut, kelompok masyarakat Pubabu kembali ke lopo dan berunding.

Baca juga: Pelajar SMP di Sikka Ini Ditemukan Tewas, Ini Penyebabnya

" Kelompok warga yang dipimpin Imanuel Tampani, Daud Selan dan Ester Selan ini tidak suka dengan aktivitas pembersihan lahan oleh pegawai biro umum Propinsi NTT sehingga mereka melempari para pegawai tersebut," ungkap Kapolres Ariasandy melalui pesan WhatsApp.

Usai berunding di Lopo, kelompok warga Pubabu kembali mendatangi kantor instalasi besipae dan bertemu dengan tokoh masyarakat Esaul Nabuasa bersama Yonatan Selan.

Baca juga: Bawaslu Belu Proses Dua Kades Terlibat Dalam Kampanye Paslon

Tanpa banyak bicara, kelompok masyarakat Pubabu langsung mendorong dan memukuli Esaul Nabuasa sampai terjatuh. Kejadian ini cepat diamankan oleh anggota TNI dan Polsek Amanuban Selatan.

" Kelompok warga Pubabu ini mendorong dan memukuli tokoh masyarakat Esaul Nabuasa di Ranch Besipae," ujarnya.

Salah satu saksi yang berada di lokasi kejadian Eprain Bantaika lanjut Kapolres Ariasandy, memberitahukan kejadian tersebut kepada Alexs Nabuasa untuk minta bantuan ke Besipae karena Esaul Nabuasa telah dipukuli warga Pubabu.

Hal ini membuat keluarga besar Nabuasa naik pitam. Kurang lebih 200 orang masa dari Polo akhirnya naik ke Besipae. Kedatangan masa dari Polo ini membuat warga Pubabu lari kocar-kacir karena ketakutan.

" Warga Pubabu ini memukul salah satu keluarga Nabuasa, sehingga keluarga besar Nabuasa naik pitam dan langsung pergi ke Besipae. Hal ini membuat warga Pubabu lari kocar-kacir," terangnya.

Sekitar pukul 11.05 Wita, korban pelemparan yang dilakukan warga Pubabu, Mesak Sila melapor kejadian tersebut ke Polsek Amanuban Selatan.

Terkait kondisi Besipae saat ini, Kapolres Ariasandy menegaskan dalam kondisi aman dan terkendali. Anggota dari TNI-POLRI saat ini sedang berjaga di lapangan untuk memastikan kondisi tetap kondusif.

" Untuk kasus pelemparan sudah ditangani pihak Polsek Amanuban Selatan," pungkasnya. (Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Dion Kota)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved