Kisah Inspiratif

Berhenti Jadi Sopir Gegara Pandemi Corona, Rian Sukses Beternak Cacing, Sekali Panen Jutaan Rupiah

Bermodal uang tabungan dan pinjaman, Rian memanfaatkan lahan di belakang rumahnya untuk beternak cacing. Usaha itu dia jalani sejak awal Juli 2020.

Editor: Frans Krowin
Kompas.com
TERNAK CACING--Varian Arsyagam Isbandi (27), warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun menyirami cacing di kolam ternaknya. Mantan sopir rental kini sukses beternak cacing setelah keluar dari pekerjaannya karena terdampak pandemic covid-19. 

“Untuk dijual di pasaran cacing yang dijual harus kering. Kalau panen 36 cacing basah maka bila dikeringkan menjadi enam kilogram,” ujar Rian.

Satu kilogram cacing lumbricus yang kering dijual dengan harga Rp 500.000.

Bila dalam sekali panen bisa mendapatkan enam kilogram cacing lumbricus kering, maka dalam dua pekan Rian mendapatkan omzet Rp 3 juta, atau Rp 6 juta dalam sebulan. 

Cara perawatan cacing tanah setiap harinya tidaklah sulit. Cukup disiram dengan air dan diberikan ampas tahu.

Cacing yang diternak pun tidak mudah sakit. Adapun cacing juga merupakan hewan yang bisa kawin dan bertelur sendiri.

Untuk menjual hasil panennya, Rian tidak kesulitan. Selain dibeli warga, Rian sudah mendapatkan langganan pemesan dari pabrik besar jamu herbal yang beroperasi di Jawa Tengah.

“Biasanya warga membeli untuk mengobati sakit maag , tipus, hingga melancarkan peredaran darah,” kata Rian.

Baca juga: MENGHARUKAN, Seorang Ayah Menyamar Jadi Teknisi AC Hanya Untuk Temui 3 Anaknya Yang Telah Lama Pisah

Ayo Beternak Cacing

Tak ingin maju sendiri, Rian pun mengajak warga di kampung halamannya mengikuti jejaknya agar bisa mendapatkan penghasilan meski di tengah pandemi.

Apalagi saat ini permintaan cacing terus meningkat.

Ia menyarankan bagi warga yang bermodal pas-pasan cukup membeli bibit dan membuat kolamnya saja.

Ketika panen tiba Rian bisa membantu memasarkan ke perusahaan.

Rian berencana menambah enam kolam cacing menyusul makin banyaknya permintaan cacing kering dari perusahaan.

Saat ini kebutuhan pabrik jamu herbal terhadap cacing kering sebanyak tujuh ton. Sementara jumlah yang bisa terpenuhi baru dua ton. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com: https://regional.kompas.com/read/2020/10/15/08021151/berhenti-jadi-sopir-karena-pandemi-kini-rian-sukses-beternak-cacing-dengan?page=all#page2

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved